
Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir memimpin Apel Penyambutan sekaligus Pelepasan Kepala Daerah Peserta Retret Gelombang II di Plaza Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Minggu (22/6). (Humas Kemendagri)
JawaPos.com - Retret gelombang II untuk para kepala daerah resmi digelar mulai Minggu (22/6) dan berlangsung hingga Kamis (26/6) depan. Total, ada 86 kepala daerah mengikuti retret yang digelar di kampus IPDN Jatinangor, Sumedang. Peserta retret bakal digembleng banyak aspek, mulai dari komitmen mengabdi kepada masyarakat sampai soal keberagaman.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menyambut kedatangan para kepala daerah peserta retret. Mereka mulai dari gubernur, wali kota, sampai bupati. Kedatangan kepala daerah itu diiringi dengan defile drum band. Penyambutan tersebut ditandai dengan pengalungan bunga secara simbolis kepada Gubernur Bali I Wayan Koster, Wali Kota Sabang Zulkifli H. Adam, dan Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti.
Bima menjelaskan retret kepala daerah sebelumnya digelar di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Retret gelombang II dilaksanakan di kampus IPDN. Pemilihan lokasi ini menyiratkan pesan khusus, yaitu soal pengabdian dan keragaman.
"Praja IPDN setelah lulus nanti jadi pembantu kepala daerah melayani rakyat," katanya. Semangat membantu atau mengabdi para praja IPDN itu diharapkan bisa diresapi oleh kepala daerah. Mantan wali Kota Bogor itu mengatakan, selama mengabdi dan menjalankan tugas sebagai kepala daerah, tidak ada hal lain selain mengabdikan diri untuk melayani warga.
Di Kampus IPDN, keberagaman adalah sebuah keniscayaan. Pasalnya putra-putri terbaik dari seluruh penjuru Nusantara dididik dan ditempa menjadi pelayan masyarakat. Mereka tidak dibedakan berdasarkan suku, ras, maupun etnis. Sebaliknya, semua nilai pembelajaran berada dalam koridor Bhinneka Tunggal Ika.
Dia menginginkan para Gubernur, Wakil Gubernur, Wali Kota, Wakil Wali Kota, Bupati, dan Wakil Bupati peserta retret semakin kuat kebersamaan dalam keberagaman. "Semakin bangga menjadi bagian dari pelayan Nusantara," sambung Bima.
Seperti pada pelaksanaan Retret Kepala Daerah Gelombang I, kegiatan di IPDN itu didesain supaya kepala daerah beserta wakilnya memahami tugas pokok dan fungsinya. Selain itu, diharapkan mereka juga memahami gagasan besar Presiden Prabowo Subianto dalam mengakselerasikan Asta Cita.
Sebelumnya Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir memimpin Apel Penyambutan sekaligus Pelepasan Kepala Daerah Peserta Retret Gelombang II di kantor Kemendagri di Jakarta. Dalam amanatnya Tomsi menyampaikan retret kepala daerah bukan sekadar aktivitas fisik. Tetapi juga sarana untuk mendisiplinkan diri. Selama kegiatan, para kepala daerah akan mengurus kebutuhan pribadinya secara mandiri. Sebagai bagian dari latihan disiplin kerja.
“Biasa sehari-hari ada yang nemenin, ada yang setrika, bersih-bersih sepatu, sekarang ngurus sendiri, sama seperti dulu lagi," katanya. Kemudian jika biasanya bangun agak siang, sekarang bangun lebih pagi. Kemudian ada sesi olahraga supaya sehat. Kegiatan dirancang untuk melatih pejabat publik untuk biasa rapat pagi.
Tomsi menjelaskan, materi retret akan mencakup tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kepala daerah, regulasi yang berlaku. Kemudian soal kebijakan pemerintah, termasuk kebijakan nasional. Selain itu, retret menjadi kesempatan bagi para kepala daerah untuk saling mengenal dan bertukar informasi terkait daerah masing-masing.
“Diharapkan dapat menjadi suatu tim yang baik," katanya. Sehingga dalam menjalankan tugasnya bisa saling membantu untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berprinsip good governance. Dia menegaskan bahwa setiap kabupaten itu tidak bisa berdiri sendiri.
Dia menambahkan, setiap daerah memiliki keterkaitan dengan daerah lainnya. Baik di tingkat provinsi maupun kabupaten atau kota. Misalnya, dalam program pengendalian inflasi, kerja sama antardaerah penting ketika ada komoditas yang mengalami lonjakan harga.
Selain itu Tomsi berpesan bahwa retret juga menyentuh aspek nasionalisme. Setiap daerah perlu mengedepankan kepentingan nasional di atas kepentingan daerahnya sendiri. Baginya pemahaman ini penting agar Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap utuh dan dapat maju bersama. “Ini juga tentunya harus dapat dipahami dengan sebaik-baiknya,” tandasnya. (wan)

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
