
Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Marsdya Donny Ermawan dalam gelaran Indo Defence 2025 Expo & Forum, di Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat. (Istimewa).
JawaPos.com - Pengadaan pesawat tempur baru sebagai alat utama sistem persenjataan (alutsista) strategis bagi TNI AU terus menjadi atensi publik. Usai penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam helatan Indo Defence 2024, Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyebut pengadaan pesawat tempur KAAN buatan Turkiye masih dalam tahap perencanaan.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto saat dikonfirmasi oleh awak media pada Kamis (12/6). Menurut dia, pengadaan pesawat tempur generasi kelima tersebut merupakan rencana jangka panjang. Sehingga pengadaannya tidak serta merta dilakukan. Hal itu dia tegaskan meski beredar informasi ada perencanaan pengadaan pesawat tempur KAAN sebanyak 48 unit.
”Itu kan masih dalam perencanaan, masih belum (sampai ke pembelian), ke depan masih jangka panjang,” imbuhnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto membuka secara langsung pameran industri pertahanan (inhan) Indo Defence 2024 pada Rabu (11/6). Usai membuka pameran itu, Prabowo sempat berkeliling di Jakarta International Expo (JIExpo). Dia juga menyaksikan secara langsung penandatangan MoU antara Indonesia dengan produsen pesawat tempur KAAN.
KAAN merupakan pesawat tempur generasi 5 buatan Turki. Presiden Prabowo sudah menunjukkan ketertarikan terhadap pesawat tempur tersebut saat berkunjung ke Turki beberapa waktu lalu. Penandatanganan MoU dengan produsen pesawat tempur tersebut hari ini membuka peluang pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) tersebut. Penandatanganan itu menegaskan bahwa Indo Defence menjadi ajang untuk memperkuat kerja sama dengan negara sahabat.
”Expo ini dimaksud untuk memberi kesempatan bagi industri pertahanan dalam negeri, industri pertahanan negara-negara sahabat,” kata Presiden Prabowo dalam sambutannya.
Terpisah, Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa Indo Defence 2024 akan berlangsung selama 4 hari. Mulai hari ini sampai Sabtu (14/6). Dalam ajang tersebut sebanyak 1.180 perusahaan produsen alutsista turut ambil bagian. Termasuk yang berasal dari 42 negara sahabat. Secara terperinci, Sjafrie menyampaikan bahwa ada 659 perusahaan asing dan 521 perusahaan dalam negeri yang ambil bagian dalam ajang tersebut.
”Indo Defence saat ini akan menunjukkan kepada masyarakat luas berbagai produksi industri pertahanan,” ungkap Sjafrie.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
