Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Mei 2025 | 19.41 WIB

Enam dari 19 Korban Hilang Ditemukan, Tim Lanjutkan Pencarian di Pegunungan Arfak Hari ini

Tim gabungan melanjutkan pencarian korban banjir bandang di Pegunungan Arfak, Selasa (20/5). (istimewa) - Image

Tim gabungan melanjutkan pencarian korban banjir bandang di Pegunungan Arfak, Selasa (20/5). (istimewa)

JawaPos.com – Operasi pencarian korban banjir bandang di Pegunungan Arfak terus berlanjut. Setelah menemukan enam korban dari 19 orang yang hilang, tim gabungan melanjutkan pencarian para korban pada Selasa pagi (20/5).

Tim pencarian gabungan ini berjumlah 66 personel gabungan. Yang terdiri dari Polres Pegunungan Arfak 28 personel, Kodim 1218 Pegaf dengan 13 personel, Basarnas 12 personel, BPBD Provinsi Papua Barat 10 personel, dan BPBD Kabupaten Pegaf 3 personel.

Kapolres Pegunungan Arfak, Kompol Bernadus Okoka menuturkan, dalam operasi pencarian tersebut, tim berhasil menemukan dan mengevakuasi enam korban banjir bandang. "Dari enam korban yang ditemukan, satu orang dikembalikan ke pihak keluarga, sementara lima lainnya langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Barat untuk proses identifikasi," paparnya.

Pada pukul 13.00 WIT, proses pencarian terpaksa dihentikan sementara karena cuaca buruk dan potensi longsor susulan yang dapat membahayakan tim. Kapolres Pegunungan Arfak memerintahkan penarikan seluruh personel ke posko induk dan memastikan bahwa operasi pencarian hari kedua akan dilanjutkan pada Selasa pagi (20/5).

"Kami mengapresiasi semangat dan dedikasi seluruh personel gabungan. Meskipun cuaca dan kondisi medan cukup berat, semangat tetap terjaga," ungkap Kapolres.

Sementara itu, Kabid Dokkes Polda Papua Barat, Kombespol Iskandar menyampaikan bahwa tim DVI (Disaster Victim Identification) telah disiagakan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Barat untuk melakukan proses identifikasi terhadap jenazah korban.

"Mengantisipasi kejadian korban hanyut di Kabupaten Pegunungan Arfak, kami segera membentuk tim DVI dan saat ini telah membuat posko mortem untuk kamar jenazah serta posko antemortem guna menggali data korban semasa hidup dari keluarga terdekat, karena data yang dikirim kemungkinan dapat diidentifikasi secara visual," ujarnya.

Namun jika tidak bisa diidentifikasi secara visual, tim DVI siap melakukan verifikasi identitas, bekerja sama dengan Karoops Polda Papua Barat dan lintas sektoral seperti Basarnas Provinsi Papua Barat serta stakeholder terkait.

"Kami telah menyiapkan tim DVI untuk melakukan identifikasi secara menyeluruh terhadap korban tanah longsor. Proses ini melibatkan pemeriksaan forensik, sidik jari, dan pencocokan data antemortem dari pihak keluarga korban," ujarnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore