
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar di Jakarta. (Humas Kemenag)
JawaPos.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar memberikan sambutan dalam seminar nasional tentang R.M. Margono Djojohadikoesoemo. Nasaruddin mengungkapkan ada tiga pelajaran penting yang bisa dipetik dari perjalanan hidup kakek Presiden Prabowo Subianto itu.
Nasaruddin mengatakan, Indonesia saat ini sedang berada dalam pusaran ekonomi global yang penuh tantangan. Dia meyakini gagasan ekonomi modern yang dibawa oleh Margono Djojohadikoesoemo bisa jadi inspirasi saat ini. Sehingga Indonesia bisa keluar dari tekanan ekonomi global.
"Sehingga mampu menghadirkan tatanan ekonomi yang lebih baik," kata Nasaruddin dalam sambutannya secara digital di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Kamis (15/5).
Dia mengatakan, Margono adalah bukti nyata seseorang yang hidup penuh dengan kecerdasan, integritas, dan nasionalisme. Nasaruddin mencontohkan Margono mengusulkan gagasan strategis dengan membentuk Bank Sentral.
Kemudian hadirlah BNI seperti sekarang ini. Menurut dia, sebagai pendiri BNI, Margono meletakkan pondasi ekonomi yang inklusif serta berkeadilan untuk rakyat. Imam besar Masjid Istiqlal Jakarta itu lantas menyampaikan tiga pelajaran hidup Margono yang bisa dipetik generasi sekarang.
"Pertama adalah pentingnya kolaborasi visi keagamaan dan kebangsaan," kata Nasaruddin. Dia menuturkan visi agama untuk menghadirkan ekonomi yang berkeadilan.
Sedangkan visi kebangsaan untuk menghadirkan kemandirian ekonomi. Bagi dia, kemandirian ekonomi yang digagas Margono adalah harga mati. Nilai hidup kedua yang bisa dipetik adalah sebagai pemimpin yang visioner, harus bisa memahami risiko jangka panjang.
Nasaruddin mengatakan, pendirian BNI pada masanya, penuh tantangan. Tetapi akhirnya bisa jadi penopang ekonomi bangsa. "Yang ketiga adalah komitmen literasi keuangan," katanya.
Mantan Wakil Menteri Agama itu menjelaskan negara maju ekonominya maju didukung masyarakat yang melek finansial. Dia menegaskan dalam konteks keagamaan, penting untuk meneladani sikap Margono Djojohadikoesoemo yang membangun ekonomi berlandaskan moral serta etika.
Seperti diketahui Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengatakan Margono Djojohadikoesoemo sudah layak atau pantas jadi pahlawan nasional. Kegiatan seminar nasional tersebut, dalam rangka mengungkap dan mengkaji kiprah atau jasa Margono selama hidupnya.
Ketua Panitia Seminar Nasional Prof. Ibnu Qizam menuturkan kegiatan itu bertujuan memvalidasi sosok RM Margono secara akademis. "Melalui kajian ilmiah mendalam, di bidang ekonomi kerakyatan dan perbankan," katanya.
Upaya tersebut dilakukan dengan melibatkan akademisi serta sejarawan. Sehingga bisa mengungkapkan peran atau catatan sejarah pemikiran RM Margono. Dia menegaskan kegiatan tersebut dilaksanakan secara independen.
"Tanpa ada afiliasi politik atau kelompok tertentu," kata dia. Sehingga hasil kajian akademiknya murni, objektif, dan terukur.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
