
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan hasil sidang isbat penetapan 1 Zulhijah 1447 Hijriah di Kantor Kemenag, Jakarta, Minggu (17/5/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos
JawaPos.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar optimistis Indonesia bisa menjadi episentrum peradaban modern Islam yang baru. Hal itu dia tegaskan lantaran sampai saat ini timur tengah tidak kunjung lepas dari konflik. Sehingga Indonesia sebagai salah satu negara muslim terbesar di dunia bisa mengambil peran.
Dengan kondisi dan situasi global saat ini, Nasaruddin menyatakan bahwa Indonesia tidak bisa berdiam diri. Apalagi bila melihat negara-negara Islam di Timur Tengah yang terus-menerus berhadapan dengan berbagai persoalan, termasuk konflik panjang yang tidak berkesudahan. Di tengah kondisi itu, dia melihat Indonesia bisa menjadi pusat peradaban, khususnya peradaban Islam yang modern.
”Karena kita juga sangat sadar, jangan-jangan memang sudah waktunya Indonesia ini untuk menjadi tuan rumah episentrum peradaban dunia Islam. Karena kita lihat dalam dunia Islam di Timur Tengah itu terlalu disibukkan dengan berbagai macam persoalan-persoalan seperti yang kita lihat sekarang ini kan,” kata dia dalam acara Festival Muharram yang diselenggarakan oleh Forum Nasional Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Jakarta pada Selasa (14/7).
Baca Juga:KPK Segera Adili Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji, Gus Yaqut: Agar Terbuka yang Benar dan Salah
Menurut Nasaruddin dilihat dari berbagai aspek dan tolok ukur, Indonesia saat ini memenuhi kriteria untuk menjadi pusat peradaban modern Islam. Misalnya stabilitas keamanan dan ekonomi. Dia menyatakan bahwa di antara negara-negara Islam, Indonesia adalah salah satu yang paling stabil. Itu tercermin dari inflasi yang terkendali dan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen.
”Dengan kekuatan yang kita miliki ini, kita lihat dari segi angka-angka statistik, kita kan yang paling rendah inflasinya (di antara) negara-negara muslim besar. Pertumbuhannya pun juga kita yang paling tinggi juga, di atas 5 (persen). Bandingkan dengan Arab misalnya, hanya 3 (persen) dan seterusnya,” ucap dia.
Selain stabilitas keamanan dan ekonomi, Indonesia juga tidak kekurangan cendekiawan muslim. Banyak akademisi dan pemikir hebat dari Indonesia dengan track record mumpuni. Maka tidak heran jika saat ini banyak negara melihat Indonesia sebagai salah satu potensi besar untuk menjadi penggerak peradaban Islam yang lebih modern.
”Banyak sekali ekspektasi ke depan membayangkan Indonesia itu akan menjadi kekuatan baru, munculnya peradaban baru. Bukan lagi di Timur Tengah, tetapi ini akan pindah ke Indonesia, insya Allah,” ujarnya.
Apalagi, sambung Nasaruddin, Indonesia kini dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto yang terus mengikuti dinamika dan perkembangan geopolitik internasional. Modal tersebut harus dimanfaatkan dengan baik. Karena itu, dia merangkul seluruh alumni perguruan tinggi Islam ikut ambil bagian. Termasuk diantaranya yang tergabung dalam Forum Nasional IKA PTKIN.
Sebagai salah seorang alumni dari PTKIN, Nasaruddin menyampaikan bahwa alumni PTKIN harus bisa berkontribusi dalam pemerintahan Presiden Prabowo. Sehingga para alumni dengan berbagai latar belakang disiplin ilmu bisa memberi sumbangsih dalam menguatkan visi dan misi presiden. Diantaranya mengambil peluang untuk menjadikan Indonesia sebagai episentrum peradaban modern Islam.
”Kami proaktif mengantisipasi zaman dengan berkolaborasi seluruh alumni UIN, IAIN, dan STAIN se-Indonesia. rangkaian kegiatan kami juga nanti akan berlanjut, termasuk Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta. Bahkan juga nanti akan berlanjut merangkul, mengakomodir, alumni perguruan tinggi keagamaan yang lain seperti Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, karena mereka juga punya ikatan-ikatannya,” terang dia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022