
Menangani amunisi afkir. (Edwards AFB)
JawaPos.com - Citra TNI Angkatan Darat tercoreng sebab kejadian ledakan di Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut pada Senin (12/5). Dalam insiden ledakan tersebut belasan orang dilaporkan tewas, terdiri atas warga sipil dan personel TNI sendiri.
Mirisnya, ledakan tersebut terjadi saat tengah dilakukan pemusnahan amunisi kedaluwarsa atau amunisi afkir. Empat korban berasal dari jajaran TNI Angkatan Darat, sisanya merupakan warga sipil di sekitar lokasi.
Bagaimanapun, kejadian tersebut membuat publik bertanya-tanya, mengenai cara dan prosedur atau seperti apa SOP yang telah dilakukan sehingga kemudian bisa memicu terjadinya ledakan yang memakan korban jiwa. Dalam video amatir yang beredar, ledakan tersebut cukup besar bahkan hingga membuat asap membumbung tinggi.
Ditambah lagi, beredar rumor bahwa penanganan amunisi kedaluwarsa tersebut dilakukan secara serampangan. Bahkan publik hingga pemulung bisa masuk area peledakan yang notabene merupakan area berbahaya.
Lantas, seperti apa prosedur/SOP yang seharusnya saat menangani amunisi kedaluwarsa atau amunisi afkir yang hendak dimusnahkan?
Membahas hal tersebut, kita perlu mengetahui dulu istilah UXO Disposal. UXO atau Unexploded Ordnance merupakan istilah yang merujuk pada senjata berpeledak yang belum meledak, seperti misalnya mortar, amunisi meriam, ranjau, bom, peluru dan sejenisnya.
Sementara Disposal mengacu pada dalam konteks penambangan, pertambangan, atau industri secara umum, merujuk pada proses atau tempat untuk menampung dan membuang limbah atau material sisa yang tidak terpakai lagi.
Artinya, UXO Disposal merupakan cara penanganan bahan peledak yang belum meledak secara khusus yang memerlukan tempat dan prosedur khusus. Tidak bisa sembarangan.
Melansir Armtrac, Selasa (13/5), amunisi, dalam berbagai bentuknya, memainkan peran penting dalam aplikasi militer, penegakan hukum, dan sipil. Namun, karena bahayanya terhadap nyawa dan anggota tubuh manusia serta potensi dampak lingkungan, pembuangan sisa amunisi yang tersisa perlu dilakukan secara aman dan bertanggung jawab.
Amunisi, termasuk peluru, selongsong peluru, granat, dan bom, mengandung bahan-bahan yang menimbulkan risiko signifikan jika tidak ditangani dan dibuang dengan benar. Deteksi, pengungkapan, penanganan, dan pembuangan amunisi yang salah dapat menyebabkan ledakan yang tidak disengaja, yang mengakibatkan cedera, kematian, dan kerusakan besar lainnya, buktinya adalah ledakan di Garut.
Selain itu, amunisi seringkali mengandung komponen berbahaya seperti timbal, merkuri, dan residu bahan peledak yang dapat mencemari tanah, air, dan udara, yang menimbulkan risiko lingkungan jangka panjang.
Berbagai jenis amunisi memerlukan metode pembuangan khusus untuk mengurangi risiko dan meminimalkan dampak lingkungannya. Misalnya pembakaran amunisi, proses pembakaran terkendali ini umumnya digunakan untuk membuang amunisi senjata ringan dan kembang api.
Namun, fasilitas pembakaran harus memiliki sistem khusus berupa pengendalian api dan polusi untuk meminimalkan emisi dan memastikan pembuangan yang ramah lingkungan.
Lalu peledakan amunisi. Peledakan terbuka atau ledakan terkendali sering digunakan untuk amunisi kaliber besar dan pembuangan bahan peledak. Peledakan biasanya dilakukan di area yang ditentukan dengan protokol keselamatan yang ketat untuk menahan ledakan dan meminimalkan dampak lingkungan.
Atau daur ulang amunisi. Beberapa komponen amunisi, seperti selongsong kuningan dan komponen logam, dapat didaur ulang untuk mendapatkan kembali material yang berharga dan mengurangi limbah. Proses daur ulang sering kali melibatkan pemisahan material yang berenergi dari komponen yang dapat didaur ulang sebelum diproses.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
