
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/3). (Ridwan/Jawapos)
JawaPos.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan duka cita atas insiden yang terjadi di Garut, Jawa Barat (Jabar) hari ini (12/5). Dalam insiden tersebut dilaporkan ada belasan korban meninggal dunia. Termasuk diantaranya beberapa prajurit TNI.
”Terkait insiden ledakan saat pemusnahan amunisi di Garut hari ini, Menhan Republik Indonesia turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya beberapa prajurit TNI dan warga sipil,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas.
Tidak hanya menyampaikan duka cita mendalam, Frega menyatakan bahwa Menhan Sjafrie juga memastikan bahwa proses investigasi atas insiden tersebut harus dilakukan. Dia meminta investigasi dilakukan sesuai dengan prosedur keamanan yang berlaku.
”Saat ini proses investigasi sedang dilakukan. Selama investigasi (berlangsung) akan terus memedomani prosedur keamanan yang berlaku,” imbuhnya.
Insiden ledakan di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar) dikabarkan menyebabkan 11 orang korban meninggal dunia. TNI AD memastikan menginvestigasi insiden yang terjadi saat pemusnahan amunisi kadaluarsa pada Senin.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan hal itu saat dikonfirmasi oleh awak media. Maruli tidak menampik peristiwa tersebut. Namun demikian, orang nomor satu di TNI AD itu juga belum bisa menyampaikan banyak keterangan.
”Benar terjadi kejadian tersebut (ledakan saat pemusnahan amunisi kadaluarsa), kejadianya sedang diinvestigasi,” ungkap Maruli.
Terpisah, Kabid Humas Polda Jawa Barat (Jabar) Kombes Hendra Rochmawan menyampaikan hal itu saat dikonfirmasi. Dia menyatakan bahwa keterangan awal sejauh ini sesuai dengan laporan yang disampaikan oleh Kodim 0611/Garut. Dalam laporan itu disampaikan bahwa ledakan terjadi pada pukul 09.30 WIB.
”Keterangan masih dari pasi intel Kodim Garut dan saat ini Kapolres Garut menuju Lokasi,” kata Hendra.
Meski belum menjelaskan secara terperinci, Hendra membenarkan insiden tersebut. Dia menyatakan bahwa jumlah korban sesuai dengan data atau keterangan dari Pasi Intel Kodim 0611/Garut. Keterangan lebih lanjut bakal disampaikan setelah penanganan di lokasi kejadian tuntas.
”Update selanjutnya masih dikoordinasikan oleh kapolres Garut,” ucap perwira menengah dengan tiga kembang di pundak itu.
Dalam laporan awal yang beredar sampai ke awak media, sejauh ini ada 11 korban meninggal dunia. Mereka terdiri atas Kolonel Cpl Antonius Hermawan, Mayor Cpl Anda Rohanda, Agus Bin Kasmin, Ipan Bin Obur, Anwar Bin Inon, Iyus Ibing Bin Inon, Iyus Rizal Bin Saepuloh, Toto, Dadang, Rustiawan, dan Endang. Selain 11 korban tersebut, dikabarkan ada tambahan 2 korban lainnya. Sehingga jumlah korban menjadi 13 orang meninggal dunia.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
