
Pidato Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Lapangan Monas, Jakarta, Kamis (1/5/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menurunkan biaya haji jamaah Indonesia. Diakui Prabowo, perjuangan jamaah untuk bisa ibadah haji dan umroh cukup berat. Banyak diantaranya yang harus rela menabung dalam jangka yang panjang.
Oleh karenanya, selain fasilitas, pemerintah akan berjuang untuk menurunkan biayanya seminimal mungkin. Untuk itu, dia meminta Menteri Agama, Kepala Badan Haji dan dibantu penasihat khusus presiddn bidang haji untuk koordinasi sebaik-baiknya memecahkan masalah itu.
"Duduk bersama dan mencari solusi-solusi untuk mengurangi biaya haji," ujarnya saat meresmikan terminal khusus Haji dan Umroh di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu (4/5).
Salah satu upaya yang akan ditempuh dengan membangun suatu perkampungan Indonesia di Tanah Suci yang dekat dengan Masjidil Haram. Cara itu diyakini akan memangkas akomodasi. "Insyaallah kita akan punya perkampungan sendiri dan kita akan bikin efisien," tuturnya.
Prabowo, mengaku sudah berbicara dengan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi Pameran Muhammad Bin Salman. "Reaksi beliau waktu itu cukup positif," ungkapnya. Untuk itu, pihaknya meminta Menteri Agama untuk secepatnya mencapai kesepakatan dengan Kerajaan Arab Saudi.
Kemudian, Prabowo juga mengaku sudah meminta maskapai Garuda untuk melakukan efisiensi dalam biaya penerbangan. Hal-hal yang tidak diperlukan, dapat dipangkas.
Sejauh ini, pemerintah telah berhasil memangkan biaya 4 juta yang manfaatnya sudah dirasakan oleh jamaah haji tahun ini sebanyak 203.000. Namun, Prabowo mengaku belum puas dan meminta untuk lebih ditekan.
"Kalau bisa lebih murah dari Malaysia. Saya kira bisa kira-kira pak kepala badan? ya Siap, Menteri Agama? Insya Allah, ditonton loh ini," kata Prabowo berseloroh.
Prabowo sendiri, pada Minggu siang meresmikan terminal khusus Haji dan Umroh di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu. Adapun terminal yang diproyeksikan khusus untuk penerbangan tujuan ibadah itu adalah terminal 2F.
Prabowo mengatakan, terminal khusus Haji dan Umroh sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Tempatnya pun telah direvitalisasi yang melibatkan Menteri BUMN, Holding InJourney Airport, PT Angkasapura, Kementerian Perhubungan, dan Danantara Indonesia.
Prabowo menyadari Indonesia merupakan salah satu penyumbang janaah haji dan umrah terbesar di dunia. Dalam satu tahun hampir 2,2 juta warga Indonesia yang terbang ke Saudi. Di mana dalam sehari, di masa puncaknya bisa mencapai 12.000 orang.
"Ini sesuatu yang sangat besar, mungkin kita yang terbesar di dunia, dari seluruh umat Islam mungkin di Indonesia yang paling besar rombongan haji dan umroh," ujarnya.
Oleh karenanya, sudah selayaknya jika pemerintah ingin memberi pelayanan yang terbaik kepada jamaah. "Juga kita mengerti bahwa banyak jamaah kita juga sudah lanjut usianya sehingga benar-benar harus diurus," kata Prabowo.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
