Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 28 April 2025 | 16.35 WIB

Akselerasi Transformasi Digital Multi-Industri di Tengah Ketidakpastian Bisnis Global

Mekari Week Surabaya bahas tantangan ketidakpastian bisnis global dan pentingnya digitalisasi. (Istimewa). - Image

Mekari Week Surabaya bahas tantangan ketidakpastian bisnis global dan pentingnya digitalisasi. (Istimewa).

JawaPos.com - Ketidakpastian ekonomi global, seperti ketegangan dagang internasional hingga dinamika regulasi dalam negeri, menciptakan tantangan baru bagi para pelaku usaha di Indonesia. Di tengah kompleksitas ini, digitalisasi digadang bukan lagi sekedar strategi tambahan lagi.

Digitalisasi usaha, khususnya UMKM, menjadi fokus berbagai Kementerian di Indonesia. Beberapa kementerian yang terlibat di antaranya adalah Kementerian Perdagangan, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dan Kementerian Koperasi dan UKM. 

Kementerian Perdagangan (Kemendag) berfokus pada digitalisasi pasar rakyat dan membantu UMKM untuk beralih ke platform digital. Kemendag juga mendukung UMKM yang berorientasi ekspor dengan program dan insentif, serta sosialisasi kebijakan di berbagai daerah. 

Sementara Komdigi juga memiliki program untuk membantu UMKM siap menghadapi era digital, termasuk pelatihan dan pendampingan untuk onboarding ke platform digital. Komdigi juga fokus pada digitalisasi sekolah untuk memperluas akses pendidikan berkualitas. 

Kementerian Koperasi dan UKM sebelumnya juga mendukung transformasi digital UMKM sebagai fondasi untuk mengoptimalkan potensi ekonomi digital Indonesia. Kemenkop dan UKM juga mendorong peningkatan jumlah UMKM yang bertransformasi digital.

Mengingat pentingnya digitalisasi dalam ekosistem usaha yang lebih siap menghadapi tantangan global, melalui diskusi Mekari Week Surabaya 2025, seminar yang dihadiri pelaku usaha itu menyatakan kalau digitalisasi adalah keniscayaan, telah menjadi kebutuhan mendesak untuk bertahan dan tumbuh.

Sebagai bagian dari rangkaian city tour ke berbagai kota besar di Indonesia, Mekari Week diklaim hadir bukan hanya sebagai seminar, tetapi juga menjadi wadah bagi pelaku dan pengambil keputusan bisnis untuk menemukan solusi nyata, berbagi pengalaman, dan membangun kolaborasi strategis guna menyambut era baru transformasi digital.

Dengan topik seputar efisiensi operasional dan daya tahan bisnis melalui digitalisasi. Hari kedua menyoroti industri makanan & minuman (F&B), ritel, dan hospitality, membahas bagaimana teknologi memperkuat customer experience dan mempercepat proses operasional.

Ketua KADIN Jawa Timur, Adik Dwi Putranto menyebut, transformasi digital adalah kunci fundamental untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan. "Bukan tentang menggantikan tenaga kerja, tapi memperkuat efisiensi dan mempercepat pengambilan keputusan,” ujar Adik Dwi.

Mekari Week bukan sekadar ajang diskusi teknis, acara ini menjadi ruang nyaman dan terbuka untuk bertemu, dan belajar langsung dari sesama pelaku bisnis. Dari manajer HR, finance, sales, hingga pemilik bisnis dan C-level, semua berkumpul untuk berbagi pengalaman nyata.

Dalam kesempatan yang sama, Sandy Suryanto, Chief Revenue Officer Mekari menyebut, pihaknya ingin membawa solusi digital langsung ke tengah komunitas bisnis lokal. "Mekari Week menjadi wadah kolaborasi dimana pelaku usaha bisa berbagi insight, menjalin kerjasama, dan memetakan langkah transformasi ke depan,” ujar Sandy.

Selama dua hari penyelenggaraan, Mekari Week Surabaya 2025 menghadirkan diskusi mendalam lintas industri bersama para praktisi industri, pemilik dan pengambil keputusan bisnis di regional Surabaya. Hari pertama berfokus pada sektor manufaktur, logistik, dan perdagangan.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore