Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 April 2025 | 23.48 WIB

Jambore Karhutla Riau 2025, Kapolri Sigit Ajak Masyarakat Aktif Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat membuka Jambore Karhutla 2025 di Bumi Perkemahan Tahura Sultan Syarif Hasyim, Kabupaten Siak, Riau, Jumat (25/4). (Mabes Polri) - Image

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat membuka Jambore Karhutla 2025 di Bumi Perkemahan Tahura Sultan Syarif Hasyim, Kabupaten Siak, Riau, Jumat (25/4). (Mabes Polri)

JawaPos.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membuka secara resmi Jambore Karhutla 2025 di Bumi Perkemahan Tahura Sultan Syarif Hasyim, Kabupaten Siak, Riau, Jumat (25/4/2025). Dalam upacara pembukaan, Sigit mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga dan melestarikan lingkungan dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dalam amanatnya, Kapolri menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Riau dan seluruh Forkopimda atas komitmen mereka menggelar kegiatan ini sebagai bentuk nyata upaya menjaga kelestarian hutan. Ia mengingatkan bahwa Indonesia memiliki kawasan hutan seluas 95,5 juta hektare, menempatkan Indonesia sebagai negara dengan kawasan hutan terluas kedelapan di dunia.

“Namun di sisi lain, kondisi ini membawa tantangan serius berupa deforestasi, di mana salah satu penyebab utamanya adalah karhutla,” ujar Sigit.

Berdasarkan data 2024, Indonesia mencatatkan 376 ribu hektare hutan dan lahan terbakar. Khusus Provinsi Riau, tercatat seluas 11 ribu hektare lahan terbakar, menjadikan Riau menempati posisi ke-11 provinsi dengan kasus karhutla terbesar.

Sigit menegaskan, dampak kebakaran ini tidak hanya dirasakan di Riau, melainkan berpotensi menyebar ke provinsi lain bahkan lintas negara. Ia pun mengingatkan, berdasarkan analisis BMKG, musim kemarau tahun 2025 diprediksi lebih pendek namun tetap membawa ancaman kebakaran.

“Potensi titik panas di Riau akan mulai meningkat pada Mei 2025 dan mencapai puncaknya pada Juli 2025,” jelasnya.

Kondisi ini dipengaruhi oleh fenomena iklim global seperti El Nino dan Indian Ocean Dipole yang tahun ini diperkirakan berada dalam fase netral, sehingga mengurangi risiko kekeringan ekstrem. Meski demikian, ancaman karhutla tetap harus diwaspadai mengingat rendahnya curah hujan di beberapa wilayah.

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Riau telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Karhutla sejak 1 April 2025 hingga 30 November 2025. Sigit memandang langkah ini sebagai upaya penting dalam mitigasi bencana.

Mengakhiri amanatnya, Sigit mengajak seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan, kesiapsiagaan, serta menerapkan strategi efektif dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla. Ia menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga paru-paru dunia tersebut demi keberlanjutan generasi mendatang.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore