Indra Gunawan, anggota Badan Pelaksana BPKH (tengah) memberangkatkan para pemudik yang balik ke Jabodetabek. (Juliana Christy/JawaPos.com)
JawaPos.com-Sebanyak 600 pemudik diberangkatkan dari pelataran Masjid Al Akbar Surabaya pada Minggu (6/4) pagi, dalam program "Balik Kerja Bareng BPKH 2025". Para pemudik tersebut berangkat menuju kota asal masing-masinh tanpa dipungut biaya alias gratis.
Mereka menumpang 15 armada bus yang dilepas langsung oleh Indra Gunawan, anggota Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), diiringi suasana haru dan semangat dari keluarga yang mengantar.
Inisiatif ini merupakan bentuk kepedulian BPKH kepada masyarakat, khususnya mereka yang merantau dan harus kembali ke kota tempat bekerja usai merayakan Lebaran di kampung halaman.
Tahun ini merupakan kali ketiga program tersebut digelar dan pelaksanaannya dilakukan serentak di lima kota besar, yakni Surabaya, Garut, Lampung, Solo, dan Jogjakarta. Total peserta yang diberangkatkan mencapai 2.500 orang, dengan Surabaya menjadi kota penyumbang jumlah peserta terbanyak.
Indra Gunawan menegaskan bahwa pembiayaan program tidak berasal dari dana setoran jemaah haji, melainkan dari hasil pengembangan dana umat. “Ini murni dari hasil pengelolaan dana umat, bukan dana setoran jemaah. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa program ini menjadi bukti nyata bahwa dana umat bisa memberikan manfaat langsung kepada masyarakat luas. “Keberkahan itu datang dari kebersamaan. Kami akan terus menjaga amanah ini, insya Allah tetap istiqomah,” ujarnya.
Tahun sebelumnya, BPKH hanya memberangkatkan 10 bus dari Surabaya. Tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 15, dan pihaknya berharap bisa terus menambah jumlah armada di tahun-tahun mendatang. “Target kami tahun depan bisa 20 bus atau lebih. Kami juga mengajak pihak lain ikut berkontribusi dalam kegiatan seperti ini,” tambahnya.
Untuk tujuan akhir, para peserta dari Surabaya akan diantar ke empat lokasi di wilayah Jabodetabek, yakni Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pulogebang, Tangerang, dan Baranangsiang Bogor.
Salah satu peserta bernama Hendra Setiawan (39) mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Saya kerja di Jakarta, dan tiap tahun selalu mikir biaya balik. Dapat kesempatan ikut program ini tentu sangat membantu. Terima kasih BPKH,” ucapnya.
Dengan program ini, para pemudik bisa kembali menjalani rutinitas kerja dengan semangat baru dan beban yang lebih ringan. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
