Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Maret 2025 | 20.30 WIB

KSAL Laksamana Muhammad Ali Segera Memasuki Usia Pensiun, 2 Nama Ini Berpeluang Jadi Kandidat Pengganti

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali. (TNI AL) - Image

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali. (TNI AL)

JawaPos.com - Seiring genapnya usia Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menjadi 58 tahun pada 9 April tahun ini, Angkatan Laut bakal berganti pimpinan. Ali yang sudah memasuki usia pensiun akan digantikan oleh penerusnya. Sejauh ini ada beberapa nama perwira tinggi (pati) bintang tiga TNI AL yang berpeluang menggantikan Ali. 

Menurut pemerhati isu-isu militer yang juga Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi, dua nama yang punya kesempatan besar menggantikan Ali adalah Laksamana Madya TNI Erwin S. Aldedharma yang kini bertugas sebagai Wakil KSAL dan Laksamana Madya TNI Edwin Rajo Mangkuto yang belum lama dilantik sebagai wakil gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). 

”Erwin S. Aldedharma saat ini menjabat sebagai Wakil KSAL. Dia sudah lama berada di jalur komando utama dan pernah memimpin Koarmada I, menjadi Wakil Danjen Akademi TNI, serta Pangkogabwilhan I. Dia dikenal sebagai figur yang sistematis, konsisten, dan ikut mendorong penguatan struktur dan alutsista TNI AL. Dia juga bagian dari kesinambungan kepemimpinan saat ini,” ungkap Fahmi. 

Sementara Edwin Rajo Mangkuto, kata Fahmi, memiliki latar belakang yang unik. Dia bukan hanya pelaut, melainkan juga penerbang TNI AL. Kariernya dilalui dengan melintasi berbagai lini penting di Angkatan Laut. Mulai komandan Puspenerbal, Pangkolinlamil, Danpuspom TNI, hingga posisi perencana seperti Asrena KSAL dan Asrenum Panglima TNI pernah diemban. 

”Dengan pengalaman luas di bidang operasi, hukum, logistik, dan strategi, Edwin membawa pendekatan yang lebih menyeluruh dan lintas fungsi,” tutur Fahmi. 

Dia pun menambahkan, yang membuat Edwin kian menonjol adalah keberaniannya berbagi gagasan strategis. Dia adalah penulis buku Potensi Maritim untuk Swasembada Pangan yang menggambarkan bagaimana laut bisa menjadi penopang ketahanan pangan nasional. Gagasannya sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang ingin menjadikan kekuatan maritim sebagai fondasi utama pembangunan nasional.

”Kalau Erwin mewakili jalur yang mapan dan stabil, Edwin menawarkan pendekatan yang lebih progresif dan berorientasi pada pembaruan. Keduanya punya pengalaman dan rekam jejak yang kuat, namun membawa karakter kepemimpinan yang berbeda,” jelas Fahmi. 

Namun demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan Presiden Prabowo. Fahmi menyatakan bahwa siapa pun yang ditunjuk menjadi KSAL pengganti Laksamana Ali harus mampu menjawab tantangan. Diantaranya tantangan untuk membangun TNI AL sebagai organisasi yang lebih disiplin, profesional, dan mampu menjadi bagian penting dari strategi negara di laut. 

”KSAL yang baru harus mampu mengembalikan kepercayaan publik, memperkuat postur pertahanan, serta menjadikan laut bukan hanya sebagai medan tugas militer, tetapi juga sebagai ruang hidup dan sumber kekuatan nasional,” jelasnya. 

Selain itu, tantangan lain yang juga perlu dijawab oleh TNI AL adalah modernisasi alutsista dan penguatan armada, isu besar seperti konflik Laut China Selatan, penegakan hukum di laut, diplomasi pertahanan maritim, sampai keterlibatan TNI AL dalam mendukung ketahanan pangan, logistik, dan energi nasional. Artinya, dibutuhkan KSAL yang tidak hanya paham strategi tempur, melainkan juga mengerti arah pembangunan nasional.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore