Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Maret 2025 | 03.20 WIB

AirNav Indonesia Proyeksi Lalu Lintas Penerbangan Naik 5 Persen Selama Periode Mudik Lebaran 2025, Begini Realisasinya di H-5 Lebaran

Sejumlah penumpang pesawat melakukan check-in untuk mudik lebih awal di Terminal 1B, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (20/3/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos) - Image

Sejumlah penumpang pesawat melakukan check-in untuk mudik lebih awal di Terminal 1B, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Jumat (20/3/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JawaPos.com - Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia memproyeksikan pergerakan lalu lintas penerbangan akan mengalami kenaikan mencapai 5 persen jika dibandingkan dengan tahun 2024.

Adapun puncaknya, lalu lintas penerbangan saat arus mudik akan meningkat pada Rabu, 26 Maret 2025. Sedangkan untuk arus balik akan terjadi pada Minggu, 6 April 2025.

"Proyeksi kenaikan pergerakan lalu lintas penerbangan sebanyak 5% apabila dibandingkan tahun 2024. Puncaknya diperkirakan akan terjadi pada tanggal 26 Maret untuk arus mudik dan puncak arus balik di tanggal 6 April," kata Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (25/3).

Kendati begitu, Capt. Avi menyampaikan bahwa kemungkinan besar proyeksi tersebut tidak akan tercapai. Pasalnya, pergerakan lalu lintas penerbangan pada H-5 Lebaran, atau Selasa, 25 Maret 2025 masih berada di bawah traffic tahun lalu.

Dia menyebut, hal itu sebagaimana hasil monitoring yang dilakukan oleh Airnav Indonesia dari hari ke hari. Utamanya mulai dari H-30 Lebaran dari tahun ini dan tahun lalu.

"Secara traffic harian, realisasinya ada beberapa waktu di bawah tahun lalu. Sehingga sekarang saja sudah H-5 ini biasanya yang akan kami jadikan patokan adalah pergerakan di Jakarta," ujar Capt. Avi.

"Jakarta itu biasanya mencapai di atas 1100-1200. Ini 3 hari terakhir ini, masih 1020-1040. Ini memang perlu kita perhatikan pertumbuhannya mungkin tidak sebanyak tahun lalu," sambungnya.

Lebih lanjut, dia menyampaikan penurunan traffic penerbangan ini akan menjadi tantangan sendiri bagi seluruh penggerak di transportasi penerbangan. Itu sebabnya, ke depan, seluruh pihak perlu mendorong kembali masyarakat untuk menggunakan pesawat udara.

"Sehingga ini juga menjadi tantangan bagi kami dan juga bagi ekonomi transportasi untuk mendorong masyarakat kembali menggunakan pesawat udara," tutupnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore