Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 Maret 2025, 06.24 WIB

Muhammadiyah jadi Organisasi Islam Terkaya di Dunia, Punya Total Nilai Aset Rp 454,2 Triliun, Begini Rinciannya

Logo Muhammadiyah, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. - Image

Logo Muhammadiyah, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia.

JawaPos.com-Organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam Muhammadiyah masuk ke dalam jajaran 10 ormas terkaya di dunia. Muhammadiyah berada pada urutan keempat ormas terkaya di dunia, sekaligus menjadi ormas Islam terkaya di dunia dengan nilai aset mencapai USD 27,96 miliar atau setara Rp 454,2 triliun.

Muhammadiyah yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan di Kauman, Jogjakarta, pada 18 November 1912 itu memiliki berbagai macam aset yang berupa amal usaha. Muhammadiyah yang dikenal mampu menggerakan perekonomian, memiliki sekitar 21 ribu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang beroperasi secara independen.

Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Bambang Setiaji mengungkapkan, kekuatan ekonomi Muhammadiyah berasal dari kemandirian finansial organisasi. Karena itu, Muhammadiyah harus berhati-hati dalam menjalin kerja sama dengan pihak lain, agar tetap menjaga nilai-nilai kemandirian yang telah lama dibangun.

Pernyataan itu disampaikan Bambang dalam acara Pengajian Ramadhan 1446 H Pimpinan Pusat Muhammadiyah, beberapa waktu lalu. "Keuangan Muhammadiyah itu sangat kuat, jadi Muhammadiyah tidak boleh sembarangan dalam bekerja sama dengan pihak manapun,” kata Bambang, dikutip Rabu (19/3).

Ekonomi Muhammadiyah sendiri tidak terlepas dari peran para alumni, baik dari perguruan tinggi Muhammadiyah (PTMA), sekolah menengah kejuruan (SMK), maupun sekolah dasar (SD) Muhammadiyah. Mereka berkontribusi dalam berbagai sektor industri, termasuk dengan mendirikan masjid di kawasan industri yang menjadi bagian dari ekosistem ekonomi Muhammadiyah.

Tercatat, Muhammadiyah memiliki 172 perguruan tinggi, 5.345 sekolah, dan 440 pesantren yang bergerak dalam bidang pendidikan. Dalam konteks pendidikan, Muhammadiyah telah menjalankan model kerja sama yang unik, seperti sekolah Muhammadiyah di Australia.

Dalam model ini, tanah dan gedung disediakan oleh Muhammadiyah, sedangkan tenaga pengajarnya digaji oleh pemerintah setempat. Bambang berujar, model serupa dapat diterapkan lebih luas untuk meningkatkan akses pendidikan yang berkualitas tanpa membebani organisasi secara finansial.

Tak hanya pada bidang pendidikan, Muhammadiyah juga 122 rumah sakit, 231 klinik, dan 1.102 panti asuhan yang beroperasi pada bidang kesehatan. Ia menekankan, Muhammadiyah tidak hanya berperan dalam bidang dakwah dan pendidikan, tetapi juga dalam pengembangan ekonomi umat yang mandiri dan berkeadilan.

Tak heran Muhammadiyah saat ini juga tercatat memiliki 20.645 aset wakaf dan 241 juta meter persegi tanah. Menurutnya, Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam terbesar terus mengembangkan konsep ekonomi berbasis Islam yang berorientasi pada kesejahteraan umat.

Bahkan, dalam mengembangkan ekonomi berbasia syariah, Muhammadiyah akan segera meluncurkan Bank Syariah Muhammadiyah (BSM) pada 2025. Rencana pendirian bank itu merupakan amanat dari Muktamar Makassar 2015 yang diperkuat dengan Muktamar Solo 2022.

Ia mengutarakan, seharusnya negara tidak berbisnis dengan rakyat, melainkan berperan sebagai penyedia layanan publik yang mendukung aktivitas bisnis masyarakat. Dalam konsep ini, bank tidak berorientasi pada laba, tetapi lebih kepada sejauh mana bank mampu menciptakan lapangan pekerjaan dengan margin yang tetap. ’’Harus ada sebuah bank yang ukurannya bukan laba, tetapi sejauh mana pekerjaan bisa dihasilkan,” ungkap dia. (*)

Reporter: Muhamad Ridwan

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore