Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Maret 2025 | 22.31 WIB

IHSG Anjlok hingga 5 Persen, Banggar DPR Ingatkan KSSK Bisa Menenangkan Pasar

Pengunjung mengamati layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (31/01/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Pengunjung mengamati layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (31/01/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

 
JawaPos.com - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah merespons melorotnya indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga 5 persen. Hal itu mengakibatkan Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pembekuan perdagangan bursa sementara atau trading halt.
 
Said meminta BEI untuk bisa membenahi komunikasi publik, terutama ke para pengusaha besar untuk menyelamatkan pasar keuangan Indonesia. Memgingat, Presiden Prabowo Subianto juga telah turun tangan untuk mengajak investor besar dunia menaruh uang di Indonesia.
 
"Situasi ini memerlukan kebersamaan kita semua. Dari sisi KSSK, perlu menyampaikan bauran kebijakan sektor moneter dan fiskal yang memperkuat pasar keuangan kita," kata Said kepada wartawan, Selasa (18/3).
 
 
"Jika kita hitung secara year to date hingga ke posisi Rp 6.076,08 atau turun 15,2 persen, dan diantara negara peers, bursa saham kita yang cenderung menurun cukup signifikan, bahkan bursa Indonesia yang pada hari ini berada di zona merah," sambungnya.
 
Ia mengharapkan, situasi ini tidak berlarut-larut. Ia pun menyarankan, seluruh Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memberikan respon untuk menenangkan pasar. 
 
Tak dipungkiri, anjloknya harga saham ini juga melemahkan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS), yang berada di posisi Rp 16.465. 
 
"Secara year to date turun 1,1 persen, artinya masih pada batas wajar," ujar Said.
 
Said menyarankan, otoritas bursa dan OJK tidak over reaction. Hal itu untuk menstimulasi reaksi berlebihan dari pelaku pasar lebih luas untuk kian mendorong aksi jual, karena pasar SBN dan valuta asing keadaannya biasa saja. 
 
"Cermati perkembangan setidaknya satu dua hari ini," urai Said.
 
Sementara, dalam jangka panjang hendaknya OJK dan otoritas bursa untuk memperluas basis investor, terutama di sektor ritel, dan inovasi produk. Bahkan diharapkan bisa memperkuat sektor syariah pada pasar saham.
 
"Mengimbau para pihak yang tidak berkaitan dengan otoritas bursa tidak menambah kepanikan pasar dengan langkah-langkah yang diniatkan untuk meredakan keadaan, justru makin menimbulkan perhatian dan reaksi berlebihan dari para pelaku pasar," pungkasnya.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore