Erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat. (Istimewa)
JawaPos.com - Gunung Marapi di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) kembali erupsi pada Sabtu (8/3). Erupsi terekam terjadi pada pukul 10.41 WIB. Sejak sepekan sebelum erupsi hari ini, aktivitas hembusan Gunung Marapi terdeteksi meningkat signifikan. Informasi itu diperoleh dari Badan Geologi yang secara aktif memantau Gunung Marapi.
Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid dalam keterangannya menyampaikan bahwa erupsi Gunung Marapi hari ini terekam dalam seismograf dengan amplitudo maksimum 30,4 milimeter dan durasi lebih kurang 55 detik. Dia mengakui, kolom abu atau asap erupsi memang tidak teramati dari Pos Pengamatan. Namun masyarakat Sumbar bisa melihatnya dari arah Kubang Putiah.
”Sebelum erupsi ini terjadi, dalam satu minggu terakhir data pengamatan menunjukkan aktivitas hembusan asap dari Kawah Verbeek dapat teramati dengan tinggi maksimum 200 meter di atas puncak dan tiga kali erupsi dengan tinggi kolom abu yang dapat teramati 1.200 meter di atas puncak,” terang Wafid.
Menurut dia, erupsi Gunung Marapi hari ini terjadi karena buka tutup ventilasi konduit di bagian dasar Kawah Verbeek. Secara terperinci dia menyampaikan bahwa saat terjadi pengerasan lava karena proses pendinginan, ventilasi konduit akan menutup sehingga terjadi akumulasi tekanan di bagian dangkal dekat permukaan.
”Lalu saat batas kejenuhan tekanan terlewati mengakibatkan erupsi terjadi dan ventilasi konduit membuka kembali. Proses seperti itu berulang selama pasokan fluida atau magma dari kedalaman masih berlangsung meskipun dalam kuantitas yang kecil,” terang dia.
Wafid pun menjelaskan bahwa data variasi kecepatan seismik dan koherensi Gunung Marapi saat ini masih rendah. Kondisi itu mengindikasikan bahwa tekanan pada tubuh gunung api tersebut masih tergolong tinggi dan kondisi medium di dekat permukaan gunung api belum stabil.
”Oleh karena itu, ke depan potensi terjadinya letusan erupsi masih tetap ada yang dapat terjadi sewaktu-waktu sebagai bentuk pelepasan dari akumulasi tekanan,” jelasnya.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
