Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Maret 2025 | 03.20 WIB

Sebelum Erupsi Hari Ini, Aktivitas Hembusan Gunung Marapi di Sumbar Sempat Meningkat Signifikan

Erupsi Gunung Marapi di Sumatera Barat. (Istimewa)

JawaPos.com - Gunung Marapi di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) kembali erupsi pada Sabtu (8/3). Erupsi terekam terjadi pada pukul 10.41 WIB. Sejak sepekan sebelum erupsi hari ini, aktivitas hembusan Gunung Marapi terdeteksi meningkat signifikan. Informasi itu diperoleh dari Badan Geologi yang secara aktif memantau Gunung Marapi. 

Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid dalam keterangannya menyampaikan bahwa erupsi Gunung Marapi hari ini terekam dalam seismograf dengan amplitudo maksimum 30,4 milimeter dan durasi lebih kurang 55 detik. Dia mengakui, kolom abu atau asap erupsi memang tidak teramati dari Pos Pengamatan. Namun masyarakat Sumbar bisa melihatnya dari arah Kubang Putiah. 

”Sebelum erupsi ini terjadi, dalam satu minggu terakhir data pengamatan menunjukkan aktivitas hembusan asap dari Kawah Verbeek dapat teramati dengan tinggi maksimum 200 meter di atas puncak dan tiga kali erupsi dengan tinggi kolom abu yang dapat teramati 1.200 meter di atas puncak,” terang Wafid. 

Menurut dia, erupsi Gunung Marapi hari ini terjadi karena buka tutup ventilasi konduit di bagian dasar Kawah Verbeek. Secara terperinci dia menyampaikan bahwa saat terjadi pengerasan lava karena proses pendinginan, ventilasi konduit akan menutup sehingga terjadi akumulasi tekanan di bagian dangkal dekat permukaan. 

”Lalu saat batas kejenuhan tekanan terlewati mengakibatkan erupsi terjadi dan ventilasi konduit membuka kembali. Proses seperti itu berulang selama pasokan fluida atau magma dari kedalaman masih berlangsung meskipun dalam kuantitas yang kecil,” terang dia. 

Wafid pun menjelaskan bahwa data variasi kecepatan seismik dan koherensi Gunung Marapi saat ini masih rendah. Kondisi itu mengindikasikan bahwa tekanan pada tubuh gunung api tersebut masih tergolong tinggi dan kondisi medium di dekat permukaan gunung api belum stabil. 

”Oleh karena itu, ke depan potensi terjadinya letusan erupsi masih tetap ada yang dapat terjadi sewaktu-waktu sebagai bentuk pelepasan dari akumulasi tekanan,” jelasnya. 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore