
Suasana para karyawan di depan kantot utama PT Sritex, Sukoharjo, Jumat (28/2/2025). (M. IHSAN/RADAR SOLO)
JawaPos.com - Salah satu orang ”paling dicari” setelah PT Sritex tutup adalah Wakil Menteri Tenaga Kerja Immanuel Ebenezer Gerungan.
Itu tak lepas dari janji yang dikoarkan politikus Gerindra tersebut di hadapan ribuan pekerja pabrik tekstil terbesar di Asia Tenggara itu pada November tahun lalu.
”Saya lebih baik kehilangan jabatan saya daripada saya melihat saudara-saudara saya harus di-PHK (pemutusan hubungan kerja),” kata Noel, sapaan akrabnya, di istagasah akbar di kompleks PT Sritex, Sukoharjo, Jawa Tengah, ketika itu.
Ketika kemudian Sritex benar-benar tutup, tagar terkait menagih janji Noel itu pun langsung menguat di media sosial, terutama X. Noel pun kembali berjanji akan mengunjungi para karyawan yang telah di-PHK.
”Senin (3/3/2025), saya akan datang ke sana,” ujar Noel, seperti dikutip radarsolo.com (28/2).
Dalam kunjungannya hari ini, Noel menegaskan akan memastikan hak-hak pekerja yang terkena PHK terpenuhi. Termasuk pesangon, Jaminan Kehilangan Pekerjaan, dan Jaminan Hari Tua.
Dalam keterangan tertulis sehari kemudian (1/3), Noel menyayangkan keputusan tim kurator menghentikan operasi Sritex. Meski pemailitan yang efektif berlaku per Sabtu, 1 Maret 2025, itu diakuinya merupakan hak tim kurator.
”Namun, keputusan PHK Sritex tidak memperhatikan aspek sosial. Seharusnya memperhatikan konsekuensi pemailitan bagi ekosistem buruh dan masyarakat setempat, ” katanya.
Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia PT Sritex Widada menyebut bahwa sebagian eks buruh Sritex telah mendapatkan pekerjaan baru. ”Sudah ada yang bekerja, tapi jumlah dan persentasenya saya kurang tahu,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin (2/3).
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menjamin ketersediaan sekitar 8 ribu lowongan pekerjaan bagi para mantan karyawan Sritex. ”Istilahnya kami mencarikan solusi, lowongan pekerjaan, kami fasilitasi,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Sukoharjo Sumarno di Sukoharjo, dikutip dari Jawa Pos Radar Solo (27/2).
Ribuan lowongan pekerjaan tersebut dari berbagai perusahaan yang ada di Kabupaten Sukoharjo. Bahkan, dikatakannya, untuk mantan karyawan Sritex nantinya tidak ada tes masuk. ”Sudah kami komunikasikan,” katanya.
Kini, seluruh eks karyawan Sritex berharap kurator dan pemerintah segera memberikan kejelasan terkait pencairan hak-hak mereka agar dapat segera kembali menata kehidupan pasca PHK. .
Jumari, salah seorang mantan karyawan yang telah bekerja di Sritex selama 13 tahun, termasuk yang ikut mengantre untuk mengurus administrasi pencairan haknya Sabtu (1/3).
”Saya sudah melengkapi berkas, tapi soal pencairannya kapan, kami belum diberi tahu,” katanya.
Selain jaminan sosial, para eks karyawan juga mempertanyakan kepastian pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR). ”Lebaran semakin dekat, kebutuhan rumah tangga meningkat, tapi kepastian pencairan THR belum jelas. Katanya cair, tapi belum tahu kapan,” ujar Jumari. (kwl/dam/ttg)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
