JawaPos.com - Nama Sukanto Tanoto tengah menjadi pusat perbincangan publik. Musababnya, salah satu pria terkaya di Indonesia ini dikabarkan membeli sebuah mal di Singapura seharga Rp 9,4 triliun.
Setelah ditelusuri, Sukanto Tanoto ternyata juga pernah berbuat hal lain yang tak kalah menarik. Selain dalam aspek bisnis, keluarga Tanoto juga dikenal memiliki rekam jejak yang panjang dalam dunia filantropi melalui Tanoto Foundation.
Pada masa awal pandemi Covid-19, keluarga Tanoto membantu pemerintah menangani wabah tersebut. Dengan membantu pengadaan alat pelindung diri (APD) yang saat itu langka.
“Sebagai lembaga filantropi Keluarga Tanoto, Tanoto Foundation merasa bangga bisa ikut berkontribusi terhadap penanganan pandemi di Indonesia. Kami akan terus mencoba memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” kata CEO Global Tanoto Foundation, J Satrijo Tanudjojo kepada wartawan, Senin (1/5).
Saat itu, terjadi kelangkaan APD seperti masker, sarung tangan, maupun baju pelindung, khususnya untuk tenaga kesehatan (nakes). Akibatnya, banyak nakes yang tertular dan ikut menjadi korban Covid-19.
Minimnya pasokan APD produksi lokal membuat banyak negara kemudian berebut membeli APD ke Tiongkok selaku produsen terbesar di dunia. Tingginya permintaan APD saat itu membuat harga melonjak hingga 7 kali lipat. Apalagi, di Tiongkok sendiri, kebutuhan APD sedang memuncak. Sehingga, APD juga susah didapat karena harus berebut dengan berbagai lembaga lain.
Tanoto Foundation pun berhasil mendapatkan 1 juta masker, 1 juta sarung tangan, 100 ribu baju pelindung, dan 3.000 kacamata pelindung. Namun, masalah muncul karena pada saat itu penerbangan internasional dari Tiongkok ke Indonesia sudah ditutup. Sedangkan, APD itu harus dikirim secepatnya ke Indonesia.
Akhirnya, Tanoto Foundation memutuskan menyewa private jet untuk membawa bantuan APD dari Nanchang Changbei International Airport. Bantuan APD itu tiba di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta pada 3 April 2020. Bantuan APD Tanoto Foundation ini adalah bantuan APD pertama yang datang dari pihak non-pemerintah di awal pandemi Covid-19.
Banyaknya bantuan APD yang dibawa membuat private jet itu harus dua kali bolak-balik dari Tiongkok lalu kembali lagi ke Indonesia. Kapasitas private jet yang terbatas akhirnya membuat Tanoto Foundation memutuskan untuk menyewa pesawat berbadan lebar Boeing 777-300 ER milik maskapai Garuda Indonesia.
Selama pandemi Covid-19, Tanoto Foundation tercatat beberapa kali menyewa pesawat Garuda Indonesia untuk membawa masker, sarung tangan, baju pelindung, kaca mata pelindung, hingga konsentrator oksigen yang dibeli dari Tiongkok ke Indonesia. Bantuan itu selanjutnya diserahkan ke Satgas Penanganan Covid-19 untuk disalurkan ke para nakes dan rumah sakit di berbagai wilayah di Indonesia.
Diketahui, Sukanto Tanoto, salah satu orang kaya asal Indonesia dilaporkan membeli sebuah mal di Singapura. Mal tersebut bernama Tanglin Mall di kawasan Perbelanjaan Orchard Road.
Pusat perbelanjaan itu dibeli melalui Pacific Eagle Real Estate, salah satu perusahaan milik Sukanto Tanoto, seharga USD 645 juta atau Rp 9,4 triliun (kurs Rp 14.700).
Mengutip Forbes, transaksi pembelian mal itu dilakukan Februari 2023. Alasan Sukanto Tanoto membeli mal itu karena ingin memperlebar sayap investasi real estate di pusat keuangan Asia tersebut.
“Pusat Perbelanjaan Tanglin adalah salah satu landmark ritel paling awal di Singapura dan menempati lokasi yang menonjol tepat di sebelah St. Regis Hotel di kantong Orchard Road,” kata Direktur Pacific Eagle Sun You Ning yang berbasis di Singapura, sepeti dikutip Jumat (28/4).
Sun You Ning merasa terhormat memiliki Tanglin Mall lantaran memiliki wewenang untuk menciptakan pembangunan ikonik yang sesuai dengan warisan properti. Terlebih, bagian depan mal tersebut merupakan salah satu jalan paling penting di Singapura.