Suasana lengang kendaraan melintas di Jalur Cikampek - Jagorawi di Pintu Gerbang, Halim, Jakarta, Selasa (25/4/2023). Korlantas Polri memprediksi puncak arus balik lebaran terjadi dua gelombang yaitu pada 25-26 April 2023 dan 30 April-1 Mei 2023. FOTO : F
JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memastikan jelannya arus balik Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah gelombang kedua berjalan lancar. Periode kedua ini seharusnya terjadi pada 29 April 2023 sampai 1 Mei 2023.
Muhadjir telah mengecek kesiapan penerimaan arus balik di ruas Tol Cikampek. Beberapa titik yang dikunjungi seperti KM 29 Command Center Korlantas Polri, KM 72 Cikampek Utama Kantor Jasa Marga, dan Jasa Marga Toll Command Center.
Dari beberapa titik itu, Muhadjir mendapatkan bahwa arus balik kendaraan selama masa lebaran di ruas tol Trans Jawa, khususnya yang melalui Tol Cikampek menuju Jabodetabek relatif stabil dan tidak terjadi lonjakan parah. Sejauh ini jumlah kendaraan yang menuju Jabodetabek selama masa arus balik relatif stabil dan merata yaitu berkisar 100 ribu kendaraan per harinya.
Lebih lanjut, Muhadjir menerangkan, berdasarkan data Korlantas Polri dan Jasa Marga, sampai saat ini arus balik kendaraan menuju Jabodetabek tertinggi sudah terjadi pada H+2 lebaran atau pada tanggal 25 April, yaitu sebanyak 159.585 kendaraan.
"Alhamdulillah dengan berbagai macam kebijakan yang kita buat maka kecenderungannya memang arus balik sangat landai. Artinya dari semua hari diisi dengan volume kendaraan yang relatif rata," jelasnya.
Muhadjir menuturkan, puncak arus balik gelombang kedua pada 30 April tidak setinggi pada puncak arus balik pertahanan pada H+2 lebaran. Hal itu dikarenakan adanya tambahan hari libur pada 1 Mei yang merupakan tanggal merah Hari Buruh intenssional.
"Puncak arus balik ke 2 pada H+7 (30 April) dipastikan tidak akan melampaui puncak pada H+2. Jadi kita Perkiraan hanya sekitar 140 ribu. Dengan begitu maka ini sesuai dengan rencana kita," ungkapnya.
Dari pertemuannya dengan Korlantas Polri dan Jasa Marga, Muhadjir menyatakan, perkembangan arus balik kendaraan ke Jabodetabek sejauh ini sudah lebih dari 67 persen dan tinggal sekitar 33 persen yang belum kembali ke Jabodetabek.
Baginya, selama masa arus balik gelombang kedua akan tetap diberlakukan rekayasa lalu lintas one way dan contra flow di lintas Tol Trans Jawa. Namun demikian, menurutnya, pemberlakuan tergantung situasi dan kondisi yang ada di lapangan. "Sangat mungkin ada perubahan kalau tidak sepadat yang kita perkirakan," pungkas Muhadjir.