
Ilustrasi jasad bayi. Dok JawaPos
JawaPos.com - Seorang anak bayi di Desa Jatirembe, Kecamatan Benjeng, dilaporkan meninggal dunia karena kaget mendengar suara mercon. Bayi berusia satu bulan itu sempat kritis, hingga dinyatakan meninggal dunia setelah pembulu darah otak mengalami pecah.
Dikutip dari radargresik.id, kejadian itu menurut Bibi korban Nufuz, awalnya pada Sabtu (22/4), malam, saat hari ke-satu Hari Raya Idul Fitri. Saat itu, tetangga sebelah rumah korban, tengah menyalakan mercon dengan ledakan besar. Daaaar, ledakan itu bagaikan petir, menyengat di telinga bayi dari keluarga Nur Hasyim,35, dan Nur Faizah ,28,.
Bayi N itu pun kaget dan kejang-kejang. Asap dari mercon menguasai rumah korban hal itu juga memperburuk keadaan. Bayinya menangis sangat kencang. Tidak hanya itu, mata kanan si bayi tak bisa membuka. Berbeda dengan mata kiri masih terlihat normal.
Keadaan tak kunjung membaik, keluarga bayi lalu membawa ke klinik, pada Senin (24/4). Karena masih suasana Lebaran, banyak fasilitas kesehatan tutup. Orang tua korban lalu membawa bayi ke bidan desa.
“Disana dikasih obat sama bu bidan. Tapi setelah pulang, kejangnya masih ada. Malah cenderung sering, rentang waktu setiap 10 menit,” ujarnya, Jumat (28/4).
Ditambahkannya, Selasa (25/4), keadaan semakin memburuk. Pada pukul 12.00 malam, selain kejang, Bayi N juga mengalami sesak nafas. Nafasnya cepat tidak seperti biasanya. Puncaknya pukul 07.00 pagi, Bayi N kemudian dilarikan di RS Denisa.
“Trombostnya turun, sampai 4,5. Sempat diberikan oksigen, sehingga keadaan kembali membaik,” jelasnya.
Sayangnya saat malam, sesak nafas bayi N kembali kambuh. Pihak RS Denisa Gresik merekomendasikan agar Bayi N dirawat di rumah sakit Muhammadiyah Lamongan dengan fasilitas lebih lengkap.
“Dirujuk di RS Lamongan itu hari Rabu, di sana sempat dirawat dengan alat yang dibutuhkan pasien. Sampai akhirnya keluarga mendapat kabar, pembulu darah otak pecah,” tuturnya.
Nufuz mengungkapkan kabar ini pun bagai petir. Bayi pasangan Nur Faizah dan Nur Hasyim meninggal dunia pada, Kamis (27/4) pukul 10.00 Wib, di RS Muhammadiyah Lamongan.
Pihak keluarga berharap yang menyalakan mercon bisa ditindak oleh hukum. Namun saat ditanya, terkait pelaporan di Polsek Benjeng, pihak keluarga mengaku belum membuat laporan.
“Sempat didatangi satu hari setelah pemasangan mercon. Tapi yang bersangkutan responnya kurang menyenangkan,” tuturnya.
Nufus juga manyampaikan pihak keluarga korban hendak membawa kasus ini ke jalur hukum. Apalagi, penyulut mercon juga dianggap tidak ada iktikad baik. Saat didatangi oleh keluarga korban, responnya tidak menyenangkan.
“Waktu ibu saya meminta bungkus petasan yang disulut untuk obat sawanen (kaget,red), malah dikasih petasan yang belum disulut. Kan kurang ajar banget,” ucapnya.
Nufus juga mengungkapkan terduga pelaku dianggap tidak tanggung jawab. Sampai bayi N meninggal pun, yang bersangkutan tidak datang untuk melayat. Hal ini membuat dirinya prihatin, apalagi penyulut mercon usianya sudah dewasa.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
