
Cuaca panas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (11/4/2023). "Ultraviolet very high memiliki tingkat bahaya tinggi bagi orang yang terpapar matahari tanpa pelundung, diperlukan tindakan pencegahan ekstra karena kulit dan mata dapat rusak dan
JawaPos.com - Suhu panas yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia masih dalam batasan normal. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memang sempat mendeteksi suhu panas melonjak mencapai 37,2 derajat Celsius di Ciputat pada 17 April 2023. Namun hal itu tidak berlangsung lama, suhunya kemudian bergerak turun pada kisaran 34 hingga 36 derajat Celsius.
Adanya suhu panas ini sempt menimbulkan kekhawatiran di masyarakat indeks Ultraviolet (UV) akan dapat membahayakan. BMKG mengimbau ke masyarakat untuk tidak panik menyikapi hal tersebut. Jika memang dirasa diperlukan, sebaiknya masyarakat yang melaksanakan aktivitas di luar rumah menggunakan perangkat tabir surya saja.
"Masyarakat disarankan agar tidak perlu panik menyikapi informasi UV harian tersebut, serta mengikuti dan melaksanakan himbauan respon bersesuaian yang dapat dilakukan untuk masing- masing kategori index UV," kata Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Dwikorita Karnawati dalam keterangannya, Selasa (25/4).
Dia pun menjelaskan adanya fluktuasi radiasi ultraviolet (UV) dari sinar matahari. Menurutnya, besar kecilnya radiasi UV yang mencapai permukaan bumi memiliki indikator nilai indeks UV. Indeks ini dibagi menjadi beberapa kategori: 0-2 (Low), 3-5 (Moderate), 6-7 (High), 8-10 (Very high), dan 11 ke atas (Extreme).
Secara umum, pola harian indeks ultraviolet berada pada kategori “Low” di pagi hari; mencapai puncaknya di kategori “High”, “Very high”, bahkan sampai dengan “Extreme” ketika intensitas radiasi matahari paling tinggi, terjadi pada siang hari antara pukul 12:00- 15:00 waktu setempat. Setelah itu akan kembali bergerak turun ke posisi “Low”.
Sejumlah kategori ini tentu sangat bergantung pada lokasi geografis dan elevasi suatu tempat, posisi matahari, jenis permukaan, serta tutupan awan. Menurut Dwikorita Karnawati, tinggi rendahnya indeks UV tidak memberikan pengaruh langsung pada kondisi suhu udara pada suatu wilayah.
"Untuk wilayah tropis seperti Indonesia, pola harian (sejumlah kategori) dapat teramati dari hari ke hari meskipun tidak ada fenomena Gelombang Panas. Faktor cuaca lainnya seperti berkurangnya tutupan awan dan kelembapan udara dapat memberikan kontribusi lebih terhadap nilai indeks UV," paparnya.
"Untuk lokasi dengan kondisi umum cuacanya diprakirakan cerah-berawan pada pagi sampai dengan siang hari dapat berpotensi menyebabkan indeks UV pada kategori “Very high” dan “Extreme” di siang hari," imbuh Dwikorita.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
