
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Sabtu (15/3/2023).
JawaPos.com - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto disebut-sebut sebagai calon potensial menjadi cawapres mendampingi Ganjar Pranowo. Namun, baru-baru ini Prabowo memberikan pernyataan seolah menolak menjadi cawapres karena dicalonkan sebagai capres oleh partainya.
Terkait hal itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, dalam memasangkan capres-cawapres, partai akan melakukan pendekatan secara bertahap. Sehingga terjalin kesepakatan bersama.
"Ya tentu saja kita kan nggak model kawin paksa, tentu ada pacarannya, ada pemahamannya, ada komitmen terhadap rakyat bangsa dan negara," kata Hasto di DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/4).
Hasto menuturkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah menyampaikan bahwa cawapres untuk Ganjar masih sangat dinamis. Banyak nama-nama yang muncul, namun belum terjalin kesepakatan akhir.
"Secara dinamika politik yang memang sangat dinamis kami melakukan kajian terus menerus dan nantinya dijajak oleh ibu Megawati Soekarnoputri yang ambil keputusan," jelasnya.
Oleh karena itu, setelah dilakukannya deklarasi pencapresan Ganjar, komunikasi politik dilakukan PDIP dengan partai-partai politik lain. Langkah ini untuk menyamakan persepsi demi kepentingan rakyat.
"Jadi nggak ada proses-proses yang terkait dengan jodoh menjodohkan karena semua itu berjalan dengan natural sesuai dengan kehendak dari masyarakat," pungkas Hasto.
Sebelumnya, Prabowo Subianto buka suara terkait wacana dipasangkan dengan Ganjar Pranowo sebagai cawapres. Prabowo mengatakan dirinya juga dicalonkan partainya sebagai capres karena posisi Gerindra saat ini cukup kuat.
Hal tersebut diungkapkan Prabowo yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) saat bersilahturahmi ke kediaman pribadi Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Sumber, Sabtu (22/4) siang . Prabowo tiba sekitar pukul 11.58 menggunakan mobil dinas warna putih. Sekitar 1 jam 30 menit Prabowo berada di dalam rumah kediaman pribadi Jokowi.
Ditemui awak media saat hendak meninggalkan kediaman Jokowi, Prabowo mengatakan soal penunjukan Ganjar sebagai capres merupakan dinamika dalam politik.
“Rakyat harus punya pilihan. Itu demokrasi, kita lihat perkembangan, kita lihat dinamika. Semua berorientasi pada kepentingan nasional dan rakyat, itu intinya. Soal pencapresan dan lain sebagainya,” tutur Prabowo seperti dilansir Radar Solo (Jawa Pos Group).
Disinggung soal dirinya digadang-gadang menjadi pasangan Ganjar, Prabowo mengatakan PDIP sudah memilih Ganjar sebagai calon presiden. Di sisi lain, internal Gerindra menginginkan dirinya untuk maju menjadi capres. “Partai saya mencalonkan saya sebagai capres. Partai saya agak kuat juga sekarang,” ujar Prabowo.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
