Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 April 2023 | 08.52 WIB

Gubernur Lampung Ucapkan Terima Kasih Atas Kritikan, 14 ribu Netizen Silaturahmi di Komentar

JawaPos.com - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi akhirnya buka suara soal tindakan intimidatif berupa laporan polisi, hingga pemanggilan terhadap orang tua Bima Yudho Saputra. Hal itu lantaran Bima telah mengkritisi kondisi Lampung yang menurutnya tak mengalami kemajuan.

Dalam unggahan di Instagram terbarunya, Arinal mengucapkan terima kasihnya terhadap dukungan dan kritik balik dari netizen lewat kolom komentar di medias sosialnya.
 

Gubernur dan wakil gubernur Lampung Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim (Nunik)

 
"Terimakasih suport semua pihak termasuk adik adikku serta saudara saudaraku kritik kalian melalui kolom komentar maupun melalui pesan lainnya," katanya, Sabtu (15/4) kemarin. 
 
"Saya yakin kita semua ingin provinsi ini semakin maju sesuai harapan seluruh masyarakat Lampung," sambungnya. 
 
Hanya tulisan singkat itu yang disampaikan politikus Golkar tersebut. Namun begitu, komentar yang dihasilkan oleh status itu hingga kini terpantau mencapai 14.253. Jumlahnya setengah lebih banyak dari jumlah like unggah itu sebanyak 7.431.
 
 
Sebelumnya, Bima Yudho Saputro, pelajar asal Lampung di Australia menyita perhatian publik setelah video kritikan berjudul 'Alasan Kenapa Lampung Gak Maju-Maju' viral. Salah satu kritikan Bima terhadap pemerintah daerah Provinsi Lampung terkait jalanan yang rusak.
 
Dia menggambarkan jalanan di kampung halamannya itu 1 kilometer bagus dan 1 kilometer berikutnya rusak. Siapa sangka, kritikan Bima terhadap pemerintah daerah justru berujung pada pelaporan polisi. Dia dilaporkan karena menyebutkan 'dajjal' sehingga membuat pemerintah daerah gerah.
 
Tak sampai di situ saja, orang tua Bima yang merupakan PNS diintervensi dipanggil oleh Bupati Lampung Timur. Kabarnya berusaha dicari-cari kesalahan Bima, terutama soal biaya kuliahnya di luar negeri. Ibunya kabarnya turut diperiksa.
 
"Bokap gua PNS biasa. 99 persen dari nyokap gue. Bokap gue nggak pernah kirim gua duit. Satu dolar pun nggak pernah. Nggak bakal cukup juga PNS dan hari ini bokap gua dipanggil Lampung Timur sama polisi," curhat Bima di akun media sosial. Orang tuanya yang tidak tahu apa-apa turut diperiksa, mereka hanya bisa menangis.
 
Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore