Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 April 2023 | 02.16 WIB

Terkait Penutupan Pameran Seni Rupa, Sarinah Beri Penjelasan

Ilustrasi suasana Sarinah. PT Sarinah angkat suara mengenai ditutupnya pameran seni rupa. - Image

Ilustrasi suasana Sarinah. PT Sarinah angkat suara mengenai ditutupnya pameran seni rupa.

JawaPos.com - PT Sarinah angkat suara mengenai ditutupnya pameran seni rupa. Sarinah menyebut kegiatan itu adalah bentuk kerja sama dengan Heri Pemad melalui entitas perusahaan PT Moktika Trikarya Indonesia (Mojisa Creative). Kontrak kerja sama ini terkait penyediaan ruang seni di lantai 6 Sarinah, Thamrin, seluas 1.800 meter persegi dengan skema sewa menyewa berdasarkan harga yang kompetitif dan disepakati bersama.

Dalam kesepakatan dijelaskan bahwa usaha mendapatkan sponsor merupakan kewajiban pihak PT Moktika Trikarya Indonesia. PT Sarinah telah melakukan upaya bersama untuk mencari sponsor dari berbagai pihak untuk keberlangsungan ruang seni tersebut dan telah mendapatkan sponsor lebih dari Rp 10 miliar.

"PT Moktika Trikarya Indonesia memiliki kewajiban kepada PT Sarinah yang belum dipenuhi senilai Rp 3,5 miliar. Jumlah tersebut mencakup antara lain biaya security deposit, sewa ruangan, belanja modal, dan pemakaian listrik," kata Sarinah melalui keterangan resminya, Minggu (16/4).

Dalam menjalankan kegiatan ini, PT Moktika Trikarya Indonesia mendapatkan revenue dari tiket masuk dan penjualan karya seni. Sarinah telah melakukan komunikasi intensif dengan PT Moktika Trikarya Indonesia. Sarinah mengaku telah melakukan dialog dan memberikan surat peringatan beberapa kali.

"Sebagai anggota holding BUMN Pariwisata dan Pendukung yang harus menjalankan usahanya dengan asas Tata Kelola Yang Baik (Good Corporate Governance), Sarinah wajib mentaati ketentuan dan kepatuhan bisnis yang baik dan dapat dipertanggungjawabkan," kata Sarinah.

Sarinah menyadari sebagai Panggung Karya Indonesia, perusahaan mendukung dan berpihak kepada seni budaya nasional sebagai khitah dan amanahnya. Namun, Sarinah pun bertanggung jawab penuh sebagai perusahaan yang mempunyai tata kelola yang baik dan memperhatikan aspek komersial di dalamnya.

"Sarinah meyakini dengan dialog dan semangat musyawarah, para pihak dapat menemukan solusi penyelesaian yang saling mendukung dan saling menguntungkan," tutupnya.

Sebelumnya, pegiat seni Goenawan Mohamad mengkritik dihentikannya pameran seni di Gedung Sarinah, Jakarta Pusat. Menurutnya, kondisi ini terjadi karena aspek komersial.

"Ditutup! Tak akan ada lagi pameran seni rupa di Artine, di Gedung Sarinah, Jakarta. Pengelola Sarinah menhentikan kegiatan yg bermutu itu hanya bbrp bulan mereka undang para seniman berpameran. Pertimbangan komersial telah mencekik perkembangan kesenian," tulis Goenawan Mohamad dalam akun Twitter @gm_gm.

Menanggapi itu, Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto, menyesalkannya. Karena juga tidak sesuai dengan tujuan awal didirikannya Sarinah.

“Kami menyayangkan, dan kami menanggapi serius apa yang disampaikan Bapak Goenawan Mohamad tersebut. Karena Sarinah ini kan dimaksudkan sebagai simbol gerakan dari ekonomi berdikari,” kata Hasto di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (15/4).

Dia mengungkapkan, Sarinah sejak awal menampilkan produk-produk dari rakyat Indonesia, yang disimbolkan dengan rakyat Marhaen, rakyat wong cilik, yang ditopang oleh negara. Kemudian mampu berproduksi yang dilambangkan dengan toserba Sarinah.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore