
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri penandatanganan kontrak jumbo senilai Rp2,62 triliun untuk Program Pengendalian Banjir dan Rob. (IST)
JawaPos.com – Gubernur DKI Pramono Anung menyebutkan, jembatan penyeberangan orang (JPO) Sarinah akan difungsikan kembali. Terlebih JPO pertama di Indonesia itu masih berdiri kokoh di atas Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat tersebut.
‘’JPO itu kan gak pernah dibongkar. Itu adalah JPO pertama yang dimiliki oleh kita (Jakarta, Red), sehingga itu heritage,’’ ujarnya.
Selain faktor heritage, kebijakan itu diputuskannya untuk memberikan kemudahan aksesibilitas pengguna transportasi umum. Utamanya, bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia).
‘’Jadi, orang naik transportasi umum terutama Transportasi Jakarta (TJ) mau ke Sarinah tidak perlu jalan ke pelican crossing. JPO yang dibuat baru akan menghubungkan sampai Sarinah akan membuat gampang bagi difabel dan lansia,’’ jelasnya.
Namun begitu, Pramono mengakui kebijakannya itu menuai pro-kontra. Untuk yang kontra, diakuinya ada yang membenturkan kebijakannya dengan kebijakan Gubernur DKI 2017-2022 Anies Baswedan. JPO itu memang dibongkar saat Jakarta dipimpin oleh Anies.
‘’Padahal, sebenarnya, esensinya menurut saya tidak ada sesuatu yang perlu diperdebatkan,’’ katanya.
Menurut politisi PDI Perjuangan itu, rencana operasi JPO itu juga atas usulan PT TJ untuk memudahkan penumpang difabel dan lansia. Selain itu, Pramono juga menegaskan, meski JPO dioperasikan kembali, pelican crossing di sana juga tidak akan ditutup. ‘’Saya sudah memutuskan jalan penyebrangan atau pelican crossing-nya tidak ditutup, tetap difungsikan,’’ terangnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT TJ Welfizon Yuza menuturkan, JPO Sarinah dilakukan tanpa menghilangkan fasilitas penyeberangan yang sudah ada. Pelican crossing di kawasan tersebut tetap beroperasi normal dan dapat digunakan pejalan kaki di permukaan jalan.
‘’Seperti yang sebelumnya disampaikan pak gubernur, revitalisasi JPO Sarinah merupakan langkah nyata Pemprov DKI dalam menghadirkan pilihan aksesibilitas yang inklusif,’’ terangnya.
Oleh karena itu, fokus utama revitalisasi adalah memastikan kelompok disabilitas, lansia, dan ibu hamil memiliki fasilitas yang aman dan nyaman untuk menyeberang di kawasan padat tersebut melalui penyediaan lift.
Menurut dia, JPO Sarinah akan berfungsi sebagai opsi tambahan penyeberangan yang terintegrasi dengan moda transportasi publik, khususnya TJ.Selain aspek fungsional, revitalisasi juga bertujuan mengembalikan nilai historis JPO Sarinah. Jembatan tersebut diketahui sebagai JPO pertama di Jakarta, bahkan di Indonesia, yang dibangun pada era Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.
“Pembangunan ini tidak menghilangkan fasilitas lama, tetapi justru memperkuat fungsi JPO Sarinah sebagai bagian dari sejarah sekaligus solusi mobilitas perkotaan yang ramah,” ujarnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
