Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 Januari 2025 | 04.52 WIB

615 Mahasiswa dan 190 Dosen Ikuti KKN KI dan PKM KI di Malaysia, Mendikdasmen Abdul Mu'ti Tegaskan Pendidikan Untuk Semua

Program kemitraan proyek Kuliah Kerja Nyata Kemitraan Internasional (KKN KI) dan Program Kreativitas Mahasiswa Kemitraan Internasional (PKM KI) di Malaysia. (Dok. Kemendikdasmen)

JawaPos.com - Pemerintah terus berupaya memberikan akses pendidikan pada seluruh anak Indonesia. Termasuk, untuk anak-anak pekerja migran Indonesia yang berada di seluruh pelosok Malaysia.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat layanan pendidikan bermutu anak-anak migran di sanggar bersama. Misalnya melalui program kemitraan proyek Kuliah Kerja Nyata Kemitraan Internasional (KKN KI) dan Program Kreativitas Mahasiswa Kemitraan Internasional (PKM KI) antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia di Kuala Lumpur dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah `Aiysiyah (PTMA).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu`ti menegaskan, pendidikan adalah hak untuk semua. Termasuk anak-anak migran. “Layanan pendidikan bermutu dan merata menjadi pondasi untuk mengantarkan anak-anak migran apapun kondisinya, bagaimanapun status sosialnya, perlu diberikan kesempatan untuk menjadi generasi yang hebat dan kuat,” tuturnya dalam keterangan resminya kemarin. 

Karenanya, dia mengapresiasi KBRI KL dan PTMA atas program yang sudah menginjak Angkatan ke-12 tersebut. Sebagai informasi, jumlah peserta program sebanyak 615 mahasiswa dan 190 dosen yang berasal lebih dari 50 PTMA di 48 SB. Program KKN KI dan PKM KI PTMA ini merupakan proyek kemanusiaan yang secara intensif mendampingi anak-anak migran selama 30 hari.

Ungkapan yang sama juga disampaikan olehnya untuk para guru Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) yang sudah mengabdi tiada henti. Sebagai bentuk apresiasi, kementerian akan memprioritaskan peningkatan profesionalisme guru yang diikuti dengan peningkatan kesejahteraan guru, termasuk pendekatan partisipatif kepada peserta dan pejuang pendidikan di sejumlah SB.

Senada, Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Malaysia Hermono menegaskan, bahwa Program KKN KI dan PKM KI ini sebagai bentuk kehadiran negara untuk memberikan hak pendidikan yang sama kepada semua anak bangsa. Tak terkecuali pada anak-anak migran yang berada di Malaysia. “Kedua program ini luar biasa karena bisa menjaga keberlanjutan untuk menjadi relawan pendidikan yang berbasis proyek kemanusiaan internasional dalam kerangka mengantarkan anak-anak emas sebagai generasi masa depan bangsa,” tuturnya.

Perwakilan Rektor PTM Sofyan Anif, menyampaikan bahwa ⁠tujuan KKN KI dan KKN KI PTMA sangat penting. Menurutnya, sebagai proyek kemanusiaan, PTMA dapat menginternasionalisasikan mahasiswa dan dosen PTMA di kancah internasional.

“Pengalaman yang diperoleh dari program ini akan mampu memperkokoh jati diri lulusan PTMA yang berwawasan dan berkemampuan internasional dalam memecahkan persoalan-persoalan global,” ungkap Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Rektor Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) tersebut. 

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore