
Pagar bambu sepanjang 30,16 kilometer yang terbentang di laut pantai utara Kabupaten Tangerang. (ANTARA)
JawaPos.com – Pemprov DKI Jakarta menerjunkan pesawat tanpa awak atau drone untuk mengukur panjang pagar laut misterius yang ada di depan pulau C reklamasi, Rabu (15/1) pagi.
Pengukuran dilakukan dengan melibatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Satpol PP, hingga jajaran Pemkab Kepulauan Seribu.
Hasilnya, pagar laut yang belum diketahui pemiliknya itu memiliki panjang mencapai setengah kilometer atau 500 meter.
"Pada temuan kita ya, kawan-kawan semuanya tahu, kurang lebih (panjangnya pagar laut) di 500 meter saja. Dan sekarang sudah tidak diperpanjang lagi," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Suharini Eliawati di Balai Kota Jakarta, Rabu (15/1).
Eli mengatakan, hingga kini pihaknya belum mengetahui siapa pemilik pagar itu. Saat ini, pihaknya masih berkoordinasi dengan KKP untuk mengetahui kepemilikan pagar laut yang terbuat dari bambu itu.
Pasalnya, segala jenis perizinan pemanfaatan ruang laut, termasuk pemasangan pagar, harus mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku. Pemasang juga wajib memiliki perizinan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL).
"Kemudian langkah-langkah kita, tentu kita melihat apakah mereka ada perizinannya. Tentu saat sekarang ini kawan-kawan tahu Bahwa perizinan masih ada di Kementerian Kelautan Perikanan tentang KKPRL-nya," terang Eli.
Ia memastikan, saat ini sudah tidak ada lagi pengerjaan pemasangan pagar laut di lokasi tersebut. "Jadi, memang saat sekarang ini sudah tidak ada perpanjangan, Jadi penambahan volume tidak ada," jelas Eli.
Sebelumnya, pagar laut yang terbuat dari bambu tidak hanya terpasang di area laut Tangerang, Banten. Ternyata, pagar laut itu juga terpasang di area laut Jakarta.
Hal itu diungkapkan Direktur dari Rujak Center for Urban Studies Elisa Sutanudjaja melalui akun X @elisa_jkt. Dalam unggahannya, Elisa menyebutkan, pagar laut itu terpasang di laut Jakarta tepatnya di pulau C reklamasi.
"Lapor @DKIJakarta Telah ditemukan pagar bambu pada laut wilayah DKI Jakarta di depan Pulau C. Mohon tindak lanjutnya," tulis Elisa dikutip JawaPos.com, Senin (13/1).
Dalam cuitannya yang lain, Elisa juga mempertanyakan alasan Pemprov DKI Jakarta hingga kini belum bertindak terkait pagar laut di Jakarta.
"Di seberang Pulau C juga ada pagar laut. Kita tahu kan siapa developer Pulau C? @DKIJakarta sudah tahu belum? Atau pura2 gak tahu juga? Apa sebentar lagi ada kesatuan nelayan halu ngaku2 pasang ini?" tambah Elisa.
Diketahui, penemuan pagar laut sepanjang 30,16 km di wilayah laut Banten menghebohkan publik. Namun belakangan, kelompok nelayan yang tergabung dalam Jaringan Rakyat Pantura (JRP) menyatakan bahwa pagar yang terbuat dari bambu itu dibangun oleh swadaya nelayan.
Tujuannya, sebagai pemecah ombak, pencegah abrasi, serta mitigasi terhadap ancaman megathrust dan tsunami.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
