
Presiden Prabowo Subiantot daat memberikan sambutan pada acara Tanwir I Muhammadiyah periode Muktamar ke-48 di Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK), Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (4/12). (Istimewa)
JawaPos.com - Muhammadiyah akan terlibat dalam program makan bergizi gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Memorandum of understanding (MoU/nota kesepakatan) telah diteken bersama Badan Gizi Nasional.
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir dalam pembukaan tanwir dan milad ke-112 di Universitas Muhammadiyah Kupang, Nusa Tenggara Timur, kemarin (4/12) meyakini MBG akan berdampak, khususnya untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas anak-anak yang juga sejalan dengan spirit Muhammadiyah.
”Program ini juga membangun kesadaran baru tentang kedaulatan pangan, yang jika dikelola dengan baik akan meningkatkan ketahanan pangan nasional dan kesehatan anak bangsa,” ujarnya.
Bakal Diperluas
Haedar menambahkan, internal Muhammadiyah telah memulai program serupa dengan melibatkan Universitas Aisyiyah Jogjakarta serta Taman Kanak-Kanak Bustanul Athfal. Ke depan, pelaksanaannya diperluas melalui majelis pemberdayaan masyarakat serta melibatkan wilayah dan daerah di bawah PP Muhammadiyah.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah dalam membangun bangsa dan menjaga persatuan Indonesia di tengah tantangan global. ”Muhammadiyah kalau tidak salah hitungan terakhir memiliki 167 perguruan tinggi, 126 rumah sakit, 231 klinik, 5.345 sekolah dan madrasah, 440 pesantren, dan jaringan organisasi yang luas di dalam dan di luar negeri,” ujar Prabowo seperti dikutip Timor Express.
Muhammadiyah, tambah Prabowo, juga berperan penting dalam mencetak banyak tokoh besar bangsa. Mulai Presiden Soekarno yang pernah menjadi pengurus Muhammadiyah hingga Jenderal Soedirman, panglima besar TNI pertama yang dulu merupakan kepala SMA Muhammadiyah di Purwokerto. ”Berarti pengaruh Muhammadiyah selain dakwah, juga menanamkan patriotisme, semangat cinta tanah air, dan melahirkan pemimpin-pemimpin yang luar biasa,” imbuhnya.
Relasi dengan Jokowi
Pada kesempatan itu, Prabowo curhat soal hubungan dengan Presiden Ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Dia menegaskan, apa yang dilakukan bukan untuk menyenangkan pendahulunya.
”Istilah tentara menjilat. Bukan! Kalau ada kekurangan, ada. Semua pemimpin ada kekurangan,” bebernya.
Selain itu, dia gerah disebut menggunakan orang-orang Jokowi. Sejumlah orang dekat Jokowi memang ada di kabinet sekarang, di antaranya Pratikno dan Bahlil Lahadalia.
”Saya dibilang banyak memakai orangnya Jokowi. Tidak, bukan orangnya Jokowi. Saya pakai orang Merah Putih,” tuturnya. (far/lyn/r1/c19/ttg)

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
