EMPAT: Aliansi Warga Semarang berdoa dan mengirim karangan bunga di SMKN 4 Semarang, Selasa (26/11). (JAWA POS RADAR SEMARANG)
JawaPos.com - Komisi Keplisian Nasional (Kompolnas) mengakui bahwa mereka juga menemukan perbedaan informasi dan kronologi peristiwa penembakan pelajar SMKN 4 Semarang pada Minggu dini hari (24/11). Hal itu disampaikan oleh Komisioner Kompolnas Muhammad Choirul Anam kepada awak media di Jakarta. Menurut dia, perbedaan informasi itu muncul karena ada beberapa kabar simpang siur.
”Kalau ada kronologi yang berbeda, saya yakin memang banyak yang berbeda di masyarakat. Karena memang simpang siur beritanya. Waktu saya di TKP misalnya, kami telusuri beberapa orang berbeda (keterangannya),” kata Anam.
Meski begitu, mantan komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) itu yakin bahwa kasus tersebut bisa diungkap secara terang benderang. Mengingat bukti-bukti untuk menangani kasus itu tersedia.
Termasuk rekaman Closed Circuit Television (CCTV) yang dinilai sangat krusial oleh Kompolnas. Anam yakin, barang bukti itu bisa mengurai berbagai perbedaan yang selama ini muncul dalam penanganan kasus tersebut.
”Semua perbedaan itu kita kembalikan kepada hal yang sangat krusial, Pada jejak digital. Misalnya soal rekaman CCTV dan sebagainya. Kronologi itu based on sesuatu yang ilmiah. Kalau katanya ini, katanya itu ya nggak bisa kita pakai. Tapi, kalau kronologi dari keluarga, dari korban, dari adik-adik, itu kita dengerin. Kita cocokan dengan video, termasuk juga keterangan peristiwa dari penyidik kita cocokan dengan video, dengan jejak digitalnya,” beber Anam.
Hanya dengan cara itu, lanjut dia, peristiwa penembakan pelajar SMK yang menarik perhatian publik secara luas tersebut ditangani dengan lebih objektif. Mulai struktur peristiwa, anatomi peristiwa, juga saat penembakan terjadi.
”Kami cek semua, beberapa video penting itu kami cek, kami pastikan apa yang berlangsung. Jadi, kalau dari kronologi yang berbeda, sudah biasa. Tapi, kita kembalikan pada hal yang sangat penting. Mumpung di kasus ini ada videonya, ya kita lihat videonya,” kata dia.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
