Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Desember 2024 | 18.11 WIB

Akui Temukan Beberapa Informasi dan Kronologi Berbeda di Peristiwa Penembakan Pelajar SMK Semarang, Kompolnas: Rekaman CCTV Sangat Krusial

EMPAT: Aliansi Warga Semarang berdoa dan mengirim karangan bunga di SMKN 4 Semarang, Selasa (26/11). (JAWA POS RADAR SEMARANG)

JawaPos.com - Komisi Keplisian Nasional (Kompolnas) mengakui bahwa mereka juga menemukan perbedaan informasi dan kronologi peristiwa penembakan pelajar SMKN 4 Semarang pada Minggu dini hari (24/11). Hal itu disampaikan oleh Komisioner Kompolnas Muhammad Choirul Anam kepada awak media di Jakarta. Menurut dia, perbedaan informasi itu muncul karena ada beberapa kabar simpang siur. 

”Kalau ada kronologi yang berbeda, saya yakin memang banyak yang berbeda di masyarakat. Karena memang simpang siur beritanya. Waktu saya di TKP misalnya, kami telusuri beberapa orang berbeda (keterangannya),” kata Anam. 

Meski begitu, mantan komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) itu yakin bahwa kasus tersebut bisa diungkap secara terang benderang. Mengingat bukti-bukti untuk menangani kasus itu tersedia.

Termasuk rekaman Closed Circuit Television (CCTV) yang dinilai sangat krusial oleh Kompolnas. Anam yakin, barang bukti itu bisa mengurai berbagai perbedaan yang selama ini muncul dalam penanganan kasus tersebut. 

”Semua perbedaan itu kita kembalikan kepada hal yang sangat krusial, Pada jejak digital. Misalnya soal rekaman CCTV dan sebagainya. Kronologi itu based on sesuatu yang ilmiah. Kalau katanya ini, katanya itu ya nggak bisa kita pakai. Tapi, kalau kronologi dari keluarga, dari korban, dari adik-adik, itu kita dengerin. Kita cocokan dengan video, termasuk juga keterangan peristiwa dari penyidik kita cocokan dengan video, dengan jejak digitalnya,” beber Anam. 

Hanya dengan cara itu, lanjut dia, peristiwa penembakan pelajar SMK yang menarik perhatian publik secara luas tersebut ditangani dengan lebih objektif. Mulai struktur peristiwa, anatomi peristiwa, juga saat penembakan terjadi.

”Kami cek semua, beberapa video penting itu kami cek, kami pastikan apa yang berlangsung. Jadi, kalau dari kronologi yang berbeda, sudah biasa. Tapi, kita kembalikan pada hal yang sangat penting. Mumpung di kasus ini ada videonya, ya kita lihat videonya,” kata dia. 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore