
BURON: Tersangka kasus judol berinisial HS, 40, dipulangkan ke tanah air kemarin (22/11) dini hari setelah ditangkap pihak keamanan di Filipina. (ANTARA)
JawaPos.com – Penanganan kasus judi online (judol) tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga sampai ke luar negeri. Di antaranya, dengan segera memproses pemulangan pekerja migran Indonesia (PMI) yang direkrut operator judol di luar Indonesia. Pemulangan itu berkolaborasi dengan penegak hukum setempat.
”Yang paling banyak laporan itu (dari) Kamboja dan Myanmar,’’ kata Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Zulfikar Ahmad Tawalla di Jakarta Kamis (2/11) malam. Kementerian P2MI saat ini sedang berkoordinasi dengan kepolisian dan Kemenlu untuk segera menjalankan rencana pemulangan tersebut.
Zulfikar mengatakan, kondisi PMI beragam. Misalnya, ada yang disekap dan dibatasi akses komunikasinya. Ada juga yang ditahan paspor serta dokumen keimigrasian lainnya. Selain itu, dia menegaskan bahwa upaya pencegahan sangat penting. Jangan sampai dengan iming-iming gaji besar, ada warga Indonesia lainnya yang tergiur direkrut jadi operator judol di luar negeri.
Zulfikar menyebutkan, ada beberapa skema pemulangan. Di antaranya, perwakilan Indonesia melakukan penjemputan di tempat kerja. Mereka juga bekerja sama dengan kepolisian setempat jika ada indikasi penyekapan atau kejahatan lainnya. Dia menegaskan, praktik merekrut PMI jadi operator judol itu bisa masuk tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Sementara itu, Komisioner KPAI Kawiyan menyoroti banyaknya anak di bawah 10 tahun yang sudah terjerat atau bermain judol. Data PPATK, ada 80 ribuan anak di bawah 10 tahun yang bermain judol. Kasus itu berawal dari gampangnya orang tua memberikan gawai kepada anak-anak. ”Bahkan, mereka membiarkan anak-anak bermain dengan gawai berlama-lama asal tidak rewel atau tidak mengganggu aktivitas orang tua,’’ katanya.
Menurut dia, sudah waktunya dilakukan pembatasan akses internet untuk anak-anak. ”Tapi, bukan pelarangan,’’ ujarnya.
Sebab, lanjut Kawiyan, anak juga punya hak untuk mendapatkan atau mengakses informasi. Pembatasan yang dimaksud berupa berapa usia anak yang boleh terkonekasi dengan internet. Kemudian, berapa lama boleh tersambung dengan internet. Serta apa saja yang boleh diakses dan apa saja yang tidak boleh diakses.
Pulangkan DPO dari Filipina
Sementara itu, Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri berhasil memulangkan seorang buron dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus perjudian online W88. Buron berinisial HS dipulangkan dari Filipina pada Jumat (22/11) dini hari. Pemulangan itu merupakan kolaborasi antara Polri dan sejumlah lembaga internasional, termasuk Kepolisian Filipina, Imigrasi, serta Presidential Anti-Organized Crime Commission Filipina.
”Pemulangan ini merupakan langkah penting dalam upaya pemberantasan kejahatan judi online,” ujar Kasubdit II Dittipid Siber Bareskrim Polri Kombespol Jefri.
DPO yang dipulangkan adalah manajer regional untuk Indonesia dari platform judi W88 berinisial HS alias Ahan. Ahan merupakan warga negara Indonesia yang mengelola rekening pemain judol W88. (wan/mia/idr/c6/dio)

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
