
EVAKUASI: Para anggota tim penyelemat mencari korban letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Desa Klatanlo, Kabupaten Flores Timur, NTT, Senin (4/11). (AFP)
JawaPos.com – Gunung Lewotobi Laki-Laki di Nusa Tenggara Timur (NTT) meletus kemarin (4/11). Hujan material berupa bongkahan batu, kerikil, dan debu vulkanis menimpa sejumlah rumah warga. Hingga pukul 11.00 Wita, dipastikan 10 orang meninggal dunia.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Lewotobi Laki-Laki dari level III atau siaga ke level IV atau awas pada Minggu (3/11) pukul 00.00.
Sesuai kronologi Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Gunung Lewotobi Laki-Laki mengalami erupsi atau meletus pukul 00.05. Sebanyak 20 personel penyelamat kantor pencarian dan pertolongan Maumere diberangkatkan pasca kejadian erupsi tersebut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere Supriyanto Ridwan menuturkan, perjalanan tim ke lokasi tidaklah mudah karena terhalang debu vulkanis pascaerupsi serta pohon tumbang. ”Sesampainya tim di lokasi pada pukul 11.00 Wita, langsung dilakukan koordinasi dengan Tim SAR Gabungan Flores Timur guna pendataan jumlah korban yang meninggal sebanyak 10 orang dan akan difokuskan pada pencarian korban erupsi di bangunan reruntuhan,’’ ujarnya.
Tim SAR Gabungan Flores Timur hingga Senin siang masih bersiaga dan terus melaksanakan pencarian di sekitar Gunung Lewotobi, khususnya di area perumahan masyarakat. Tim SAR masih melaksanakan operasi pencarian di kawasan-kawasan yang dicurigai terdapat korban di reruntuhan bangunan rumah. ”Komunikasi dan koordinasi intensif dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur maupun Kabupaten Flores Timur terus kami laksanakan dalam rangka penanggulangan bencana ini,’’ paparnya.
DITANDU: Para angota tim penyelamat membawa korban letusan Gunung Lewotobi Laki-Laki di Desa Klatanlo, Kabupaten Flores Timur, NTT, Senin (4/11). (AFP)
Wilayah terdampak erupsi Gunung Lewotobi meliputi tiga kecamatan dengan 14 desa. Di antaranya, Kecamatan Wulanggitang yang terdiri atas 6 desa, yakni Pululera, Nawokote, Hokeng Jaya, Klatanlo, Boru, dan Boru Kedang. Lalu, Kecamatan Ile Bura dengan 4 desa, yakni Dulipali, Nobo, Nurabelen, dan Riang Rita. Kecamatan terakhir Titehena meliputi 4 desa, yakni Konga, Kobasoma, Bokang Wolomatang, dan Watowara. ”Kami masih terus mendata wilayah terdampak,’’ urainya.
Terpisah, merespons situasi itu, Kementerian Sosial (Kemensos) telah bergerak cepat untuk membantu para korban terdampak. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, bantuan telah dikirim dari gudang logistik di Sentra Efata, Kupang, untuk para korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) tersebut.
Sejauh ini, 1.500 paket makanan siap saji dan 1.000 paket makanan anak telah didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan pangan. Sementara, bantuan non-pangan berupa 400 lembar kasur, 500 lembar selimut, serta 300 paket family kit dan kids ware telah disalurkan kepada para korban. (idr/mia/c6/bay)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
