
Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Haikal Hassan Baras (tengah) di Jakarta (24/10). (Foto: Hilmi Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com – Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Pdt. Gomar Gultom menyatakan, pelabelan produk non halal harusnya bersifat sukarela. Menurutnya, pelabelan produk halal hanya berlaku bagi agama tertentu.
"Mestinya soal label untuk produk (non) halal sifatnya opsional dan sukarela. Biarlah pasar konsumen yang menentukan. Halal itu, kan hanya menurut agama tertentu," kata Gomar Gultom kepada JawaPos.com, Senin (4/11).
Menurut Gultom, wajar jika produsen makanan menuliskan kandungan yang ada di dalam produknya. Hal itu untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan konsumen.
"Kalau diwajibkan menuliskan kandungan yang ada dalam setiap produk, hal itu masih masuk akal," ucap Gultom.
Menurut Gultom, jika produk yang mengandung babi harus diberi label non halal, itu merupakan bentuk penghinaan kepada umat lainnya.
"Kalau produk yang mengandung babi, misalnya, harus dilabeli non-halal, dan merupakan keharusan, itu merupakan penghinaan dan pelecehan kepada umat lain yang baginya hal itu halal," ujar Gultom.
Oleh karena itu, Gultom menyarankan seharusnya yang diwajibkan hanya penulisan kandungan dari makanan tersebut. Ia menambahkan, pelabelan itu hanya bersifat sukarela.
"Jadi, menurut saya, yang perlu diwajibkan adalah menuliskan kandungan dari setiap produk. Soal halal tidaknya, itu tergantung agama yang dianut masing-masing. Sebagai demikian, pencantuman label halal atau tidak halal itu mestinya sukarela," tegasnya.
Sebelumnya, pernyataan Kepala BPJPH Haikal Hassan alias Babe Haikal terkait sertifikasi halal menarik perhatian publik, khususnya terkait peredaran produk non halal. Menurut dia, kebijakan jaminan produk halal bukan berarti penjualan produk non halal dilarang.
"Kalau nggak halal, ya tuliskan (keterangan) produk tidak halal. Nggak ada masalah, silakan beredar dijual," ujar Babe Haikal di kantornya, Jumat (1/11).

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
