Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 Oktober 2024 | 06.22 WIB

Polisi Rampas Atribut Aksi Pendemo yang Gelar Aksi Diam dan Pasang Poster Kritikan Saat Pelantikan Prabowo-Gibran,

Polisi merebut atribut kampanye yang dilakukan Koalisi Warga, di Bundaran HI Jakarta, Minggu (20/10).(IG Sorgemagz)

JawaPos.com - Di hari pertama pelantikan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden-Wakil Presiden RI, terjadi pelarangan aksi yang dilakukan sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Warga.

Mereka menggelar aksi diam saat hari pengambilan sumpah jabatan presiden dan wakil presiden baru, di Gedung Senayan, DPR/MPR, Jakarta, 20 Oktober. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk peringatan terhadap catatan buruk kepemimpinan Presiden Jokowi dan sikap terhadap kepemimpinan pemerintahan yang baru.
 
Aksi diam tersebut dilakukan dengan membawa poster berisi pesan tentang kritik terhadap Presiden Jokowi selama 10 tahun kepemimpinannya. Mulai dari kasus pelanggaran HAM yang tak tuntas, perampasan ruang hidup, kriminalisasi pejuang lingkungan, politik impunitas, menguatnya KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme), hingga perizinan pertambangan yang tidak berjalan beriringan dengan pengetatan pengawasan perizinan berusaha, pemulihan dan kemampuan negara mendistribusikan keuntungan kepada rakyat.
 
“Aksi hari ini merupakan bagian dari upaya kita menolak lupa. Bahwa kepemimpinan Presiden Jokowi banyak catatan buruk dan kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat, melakukan pengkhianatan terhadap reformasi dan demokrasi dengan pelemahan-pelemahan institusi demokrasi, kasus HAM yang tidak selesai, pembajakan konstitusi dan pengelolaan sumber daya alam yang mengakibatkan kerusakan lingkungan dan perampasan ruang hidup rakyat,”ujar Koordinator Aksi, Wana Alamsyah dalam keterangannya, Minggu (20/10).
 
Aksi diam ini dilakukan dengan memperlihatkan poster-poster berisi kritik dan sikap terhadap kepemimpinan Prabowo-Gibran di ruang-ruang publik, mulai dari Stasiun MRT Lebak Bulus hingga Stasiun MRT Dukuh Atas. 
 
Namun, ketika peserta aksi hendak keluar dari stasiun, aparat kepolisian dan petugas berpakaian preman yang berjaga di kawasan tersebut melakukan pencegatan dan perampasan poster-poster berisi kritik tersebut.
 
 
“Kita mengkritik pemerintahan Jokowi. Dan kami menyampaikan sikap mosi tidak percaya kepada pemerintahan Prabowo-Gibran. Namun kami dicegat dan poster kami dirampas,” terang Wana.
 
Aparat melakukan pencegatan dan perampasan terhadap poster berisi kritik tersebut. Menurut Wana, itu dilakukan tanpa landasan hukum yang jelas. 
 
"Kita tidak diperbolehkan mengkritik pemerintah. Kami dihentikan dan poster dirampas, tidak ada sama sekali basis argumentasi hukum yang jelas dari mereka. Padahal kritik itu bagi kami penting hukumnya,” tegas Wana.
 
Atas pencegatan dan pelarangan penyampaian kritik tersebut, massa aksi membubarkan diri.
 
 
Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore