Panglima Koarmada RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata dan Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Yoos Suryono Hadi mengungkap keberhasilan timnya menggagalkan penyelundupan puluhan kilogram kokain.
JawaPos.com - Komando Armada Republik Indonesia (Koarmada RI) melalui Koarmada I berhasil memutus rantai penyelundupan kokain dengan berat total mencapai 84,75 kilogram. Informasi tersebut disampaikan secara langsung oleh Panglima Koarmada RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata dan Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Yoos Suryono Hadi dalam konferensi pers pada Kamis siang (19/9).
Kepada awak media, Denih menyampaikan bahwa puluhan kilogram kokain itu ditemukan di Perairan Pulau Berhala, Sumatera Utara pada 1 pada Senin (16/9). Adalah Tim Fleet One Quick Respons (F1QR) Koarmada I yang menemukan barang haram tersebut.
"Kokain itu ditemukan dalam dua bungkus besar," kata perwira tinggi bintang tiga TNI AL itu.
Dua bungkus besar tersebut terbagi lagi menjadi 74 bungkus dengan berat masing-masing antara 1,05 kilogram sampai 1,25 kilogram. Di tempat yang sama, Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Yoos Suryono Hadi menjelaskan bahwa temuan puluhan kilogram kokain itu berada di wilayah Perairan Selat Malaka.
Dia mengakui bahwa lokasi tersebut masih sangat rawan penyelundupan dan tindakan ilegal lainnya. "Tanggal 16 September itu KAL Pandang yang sedang berpatroli kemudian menemukan barang tersebut," ungkap Yoos.
Saat ditemukan, puluhan kilogram kokain itu sudah terapung di laut. Barang haram itu pertama kali terlihat oleh petugas sekitar pukul 09.30 WIB.
Sebelum diketahui berisi kokain, petugas hanya mengidentifikasi kedua bungkus besar itu sebagai benda mencurigakan. Setelah diamankan dan diperiksa, diketahui bahwa bungkusan mencurigakan itu adalah narkotika jenis kokain. Temuan itu langsung diteruskan kepada komando atas untuk ditindaklanjuti.
Diakui oleh Yoos, sejauh ini belum ada tersangka atas temuan puluhan kilogram kokain tersebut. Sebab, saat barang haram itu ditemukan tidak ada seorang pun tersangka atau penyelundup.
"Tidak ada orangnya, dia sudah terapung mungkin dia sengaja di drop pada posisi tersebut, nanti akan diambil oleh kurirnya," kata dia. Modus itu sangat mungkin terjadi dalam penyelundupan narkotika melalui jalur laut atau perairan.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
