Ilustrasi: Serangan siber masih jadi ancaman untuk Indonesia. (The Quantum Insider).
JawaPos.com - Organ-organ siber di tubuh TNI dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) sudah tersedia. Diantaranya Satuan Siber (Satsiber) TNI dan Pusat Pertahanan Siber (Pushansiber) Kemhan. Meski sudah berdiri sejak beberapa tahun lalu, kedua organ tersebut dihadapkan pada beberapa tantangan yang harus mampu mereka jawab. Apalagi di tengah derasnya laju perkembangan zaman dan potensi ancaman serta gangguan siber.
Pemerhati isu-isu militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengungkapkan beberapa tantangan yang dihadapi oleh Satsiber TNI dan Pushansiber Kemhan. Diantaranya yang terkait dengan Sumber Daya Manusia. ”Kurangnya personel yang memiliki keterampilan khusus dalam keamanan siber dan kebutuhan akan pelatihan berkelanjutan,” kata Fahmi saat diwawancarai oleh JawaPos.com pada Minggu (8/9).
Dalam tanya jawab dengan awak media di Komplek DPR RI beberapa waktu lalu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto juga mengungkap soal SDM untuk memenuhi kebutuhan di bidang siber. Menurut orang nomor satu di tubuh institusi militer Indonesia tersebut, salah satu cara yang bisa ditempuh adalah merekrut orang-orang khusus yang memiliki kemampuan mumpuni di bidang siber. ”Memang rekrutmennya khusus,” kata Agus.
Selain SDM, Fahmi juga menyoroti infrastruktur dan teknologi. Menurut dia Satsiber TNI dan Pushansiber Kemhan butuh infrastruktur dan teknologi yang lebih memadai. ”Perlu adanya peningkatan infrastruktur dan teknologi untuk mendeteksi dan merespons serangan siber,” kata dia. Apalagi saat ini serang siber bisa terjadi kapan saja dan menyerah objek mana saja. Untuk itu, butuh teknologi terbaik agar peran kedua organ siber tersebut lebih maksimal.
Baca Juga: Muncul Gerakan Coblos Semua Paslon, Suswono: Yang Cinta Pak Anies Jangan Khawatir
Tidak kalah penting, lanjut Fahmi, koordinasi antara Satsiber TNI dan Pushansiber Kemhan dengan beberapa instansi lainnya. Mulai Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), sampai Polri dan instansi terkait lainnya. Jangan sampai terjadi tumpang tindih kewenangan akibat koordinasi yang tidak berjalan dengan baik. Beberapa hal lain yang juga menjadi sorotan ISESS adalah ketiadaan doktrin dan kurangnya integrasi.
Semua tantangan tersebut harus mampu dijawab oleh Satsiber TNI dan Pushansiber Kemhan. Caranya dengan melakukan beberapa langkah strategis. Mulai peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), pengembangan infrastruktur dan teknologi, optimalisasi kolaborasi antar lembaga, pengembangan strategis dan kebijakan siber, serta peningkatan kapasitas intelijen siber. Dengan begitu, dia percaya kedua organ siber tersebut berfungsi lebih optimal.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
