Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 September 2024 | 02.14 WIB

Tantangan Satsiber TNI dan Pushansiber Kemhan, Perlu SDM Mumpuni dan Peningkatan Teknologi

Ilustrasi: Serangan siber masih jadi ancaman untuk Indonesia. (The Quantum Insider).

JawaPos.com - Organ-organ siber di tubuh TNI dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) sudah tersedia. Diantaranya Satuan Siber (Satsiber) TNI dan Pusat Pertahanan Siber (Pushansiber) Kemhan. Meski sudah berdiri sejak beberapa tahun lalu, kedua organ tersebut dihadapkan pada beberapa tantangan yang harus mampu mereka jawab. Apalagi di tengah derasnya laju perkembangan zaman dan potensi ancaman serta gangguan siber. 

Pemerhati isu-isu militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengungkapkan beberapa tantangan yang dihadapi oleh Satsiber TNI dan Pushansiber Kemhan. Diantaranya yang terkait dengan Sumber Daya Manusia. ”Kurangnya personel yang memiliki keterampilan khusus dalam keamanan siber dan kebutuhan akan pelatihan berkelanjutan,” kata Fahmi saat diwawancarai oleh JawaPos.com pada Minggu (8/9). 

Dalam tanya jawab dengan awak media di Komplek DPR RI beberapa waktu lalu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto juga mengungkap soal SDM untuk memenuhi kebutuhan di bidang siber. Menurut orang nomor satu di tubuh institusi militer Indonesia tersebut, salah satu cara yang bisa ditempuh adalah merekrut orang-orang khusus yang memiliki kemampuan mumpuni di bidang siber. ”Memang rekrutmennya khusus,” kata Agus. 

Selain SDM, Fahmi juga menyoroti infrastruktur dan teknologi. Menurut dia Satsiber TNI dan Pushansiber Kemhan butuh infrastruktur dan teknologi yang lebih memadai. ”Perlu adanya peningkatan infrastruktur dan teknologi untuk mendeteksi dan merespons serangan siber,” kata dia. Apalagi saat ini serang siber bisa terjadi kapan saja dan menyerah objek mana saja. Untuk itu, butuh teknologi terbaik agar peran kedua organ siber tersebut lebih maksimal. 

Baca Juga: Muncul Gerakan Coblos Semua Paslon, Suswono: Yang Cinta Pak Anies Jangan Khawatir

Tidak kalah penting, lanjut Fahmi, koordinasi antara Satsiber TNI dan Pushansiber Kemhan dengan beberapa instansi lainnya. Mulai Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), sampai Polri dan instansi terkait lainnya. Jangan sampai terjadi tumpang tindih kewenangan akibat koordinasi yang tidak berjalan dengan baik. Beberapa hal lain yang juga menjadi sorotan ISESS adalah ketiadaan doktrin dan kurangnya integrasi. 

Semua tantangan tersebut harus mampu dijawab oleh Satsiber TNI dan Pushansiber Kemhan. Caranya dengan melakukan beberapa langkah strategis. Mulai peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), pengembangan infrastruktur dan teknologi, optimalisasi kolaborasi antar lembaga, pengembangan strategis dan kebijakan siber, serta peningkatan kapasitas intelijen siber. Dengan begitu, dia percaya kedua organ siber tersebut berfungsi lebih optimal.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore