Menhan Prabowo Subianto berpose silat saat menyambangi Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (8/7/2024) siang.
JawaPos.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto pernah menyampaikan keinginan agar industri pertahanan dalam negeri mampu membangun kapal destroyer.
Untuk mewujudkan keinginan tersebut, pemerhati isu-isu militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menyampaikan bahwa Indonesia harus banyak belajar. Sebab, tidak mudah membuat kapal perusak.
Sebagai pejabat yang sudah dinyatakan menjadi presiden terpilih, Fahmi mengakui bahwa Prabowo sudah menunjukkan komitmennya terus memperkuat TNI. Termasuk di antaranya TNI AL. Namun demikian, untuk membangun dan membuat kapal destroyer, butuh kerja keras. Opsi paling memungkinkan adalah belajar dari negara yang sudah terbukti andal melahirkan kapal destroyer.
”Sekarang ini kan kita sedang ingin mendapatkan manfaat yang lebih dari belanja alutsista,” kata dia.
Keterangan itu disampaikan oleh Fahmi saat berbincang dengan Jawa Pos pada Minggu (1/9). Dalam berbagai pengadaan alutsista (alat utama sistem persenjataan), pemerintah melalui Kementerian Pertahanan berusaha memaksimalkan Transfer of Technology (ToT). ”Artinya tetap akan belanja dulu dari luar, tapi dengan penguatan skema offset, Transfer of Technology, dan produksi bersama,” terang dia. Cara itu sudah berjalan dalam beberapa pengadaan.
Misalnya pengadaan kapal selam dengan Korea Selatan. Berkat kerja sama yang baik, kini PT PAL Indonesia sudah mampu membangun kapal selam di galangan mereka sendiri. ”Konsep yang sudah berjalan selama ini tinggal diperkuat. Supaya lebih bermanfaat lagi pada target kemandirian alutsista dalam negeri,” terang dia.
Lantas dari mana Indonesia harus belajar membangun dan membuat kapal destroyer sendiri?
Fahmi menyampaikan bahwa dengan konstelasi politik saat ini, pilihan yang paling logis adalah bekerja sama dengan negara-negara NATO. ”Artinya ada Inggris, Prancis, Jerman. Kira-kira begitu,” kata dia. Keinginan Menhan Prabowo agar industri pertahanan dalam negeri bisa membangun kapal destroyer sendiri diungkapkan saat dia berkunjung ke galangan PT PAL Indonesia di Surabaya, Jawa Timur pada 23 Januari 2024 lalu.
Saat itu, Prabowo menyinggung program modernisasi puluhan kapal perang TNI AL yang tengah dilakukan oleh pemerintah.
”Kemungkinan sesudah modernisasi ini, kita harus bikin (kapal) destroyer. Kita harus bikin lebih banyak kapal serang ringan yang modern, kecepatan tinggi dengan senjata ampuh, tetapi low radar. Sehingga bisa bergerak tanpa terdeteksi, stealth kalau bisa,” beber mantan panglima Kostrad itu seperti tertulis dalam siaran pers.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
