Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 31 Agustus 2024 | 00.04 WIB

Di Sela Rangkaian G20 Brasil, Pemerintah Indonesia Sampaikan Peran Agama dalam Pembangunan Berkelanjutan

Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin memberikan sambutan secara virtual pada forum G20 Interfaith Forum di Brasil. (Humas Kemenag)

 

JawaPos.com – Tahun ini Brasil menjadi tuan rumah forum G20 dengan agenda puncaknya yaitu KTT di Rio de Janeiro pada 18-19 November mendatang. Dia sela-sela menyambut KTT tersebut, digelar side event yang diikuti negara-negara anggota G20. Diantaranya adalah forum G20 Interfaith Forum (Forum Lintas Agama).

Pemerintah Indonesia ambil bagian dalam acara G20 Interfaith Forum tersebut. Diwakili oleh Kementerian Agama (Kemenag) yang menjadi leading sector urusan agama di Indonesia. Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin menyampaikan sambutan lewat video pada acara tersebut.

Dalam forum tersebut Kamaruddin menyoroti peran agama dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Dia menjelaskan organisasi agama, serta tokoh dan pemuka agama memiliki peran dalam pembangunan berkelanjutan.

Khusus di Indonesia sendiri, pemerintah melibatkan peran para tokoh dan pemuka agama dalam berbagai agenda pembangunan nasional. Dia mengatakan organisasi keagamaan, tokoh serta pemuka agama saat ini berada di garis terdepan dalam perubahan sosial, advokasi keadilan, menyebar kasih sayang, serta pengelolaan lingkungan.

"Agama dapat berfungsi sebagai motivator atau inspirasi kuat untuk terlibat dalam praktik-praktik (pembangunan) berkelanjutan," kata Kamaruddin dalam keterangannya Jumat (30/8).

Dia bersyukur Indonesia bisa terlibat aktif dalam G20 Interfaith Forum tersebut. Kamaruddin mengatakan sebagai anggota Partnership for Religion and Development (PaRD), Kemenag berkomitmen memajukan SDGs melalui pendekatan keagamaan.

Dia menceritakan pertemuan pertama PaRD digelar di Bali pada November 2022 yang lalu. Sejak saat iu, Kemenag aktif berpartisipasi dalam berbagai inisiatif yang menitikberatkan integrasi nilai-nilai agama dalam pencapaian SDGs.

Kamaruddin juga mengatakan, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk mendorong perubahan melalui kebijakan dan alokasi sumber daya yang tepat. "Pemerintah memiliki peran penting dalam kemitraan ini. Sebagai pembuat kebijakan dan regulator, pemerintah dapat menciptakan lingkungan kolaboratif yang mendukung berbagai upaya untuk mencapai tujuan bersama," ujar Kamaruddin.

Sementara itu Kasubdit Edukasi, Inovasi, dan Kerja Sama Zakat dan Wakaf Ditjen Bimas Islam Kemenag Muhibuddin mengatakan, mereka telah meluncurkan sejumlah program untuk mendukung SDGs. "Kami menginisiasi Kampung Zakat, Kota Wakaf, Inkubasi Wakaf Produktif, dan KUA Pemberdayaan Ekonomi Umat untuk pengurangan kemiskinan dan memperkuat ketahanan masyarakat," ujar Muhibuddin di Jakarta.

Selain itu, Kemenag mengembangkan Sistem Peringatan Dini berbasis masyarakat dan menciptakan 1.000 Kampung Moderasi Beragama. Tujuan dari Kampung Moderasi Beragama ini, untuk mendorong perdamaian dan moderasi beragama di masyarakat.

Rencananya pada September mendatang, Kemenag juga akan menggelar International Symposium on Innovative Majid 2024. Simposium ini, akan membahas peran agama dan rumah ibadah dalam mitigasi perubahan iklim.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore