
Ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato politik di DPP PDIP, Senin (26/8). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengapresiasi Mahkamah Konstitusi (MK) yang mampu menghadirkan putusan yang sesuai hati nurani. Khususnya terkait syarat pencalonan kepala daerah pada Pilkada Serentak 2024.
Megawati tak memungkiri, PDIP sangat terkurung sebelum hadirnya putusan MK Nomor 60/PUU-XXII/2024 terkait ambang batas pencalonan kepala daerah, sehingga membuka peluang PDIP dapat mengusung secara pribadi.
"Jadi rakyat sekarang udah ngerti terutama alhamdulillah akhirnya MK, hakim-hakimnya ternyata masih punya nurani dan keberanian, saya nggak bisa bayangkan lho, kalau hukum di ini kan, dimainkan, padahal kan ada hierarkinya gitu. Harus mengurus apa boleh buat, ya begitu hukum di Indonesia ini," kata Megawati saat menyampaikan pidato politik dalam acara penyerahan rekomendasi calon kepala daerah di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (26/8).
“Saya sendiri juga kaget kok, yang tadinya saya pikir tinggal kita ini terkurung kan, dikurung gitu, aduh saya bilang, enak e dikurung-kurung gitu. Indonesia ini lucu,” sambung Megawati.
Megawati juga mengaku melakukan kontemplasi dengan sang ayah, mendiang Ir Soekarno atau Bung Karno terkait kondisi bangsa saat ini. Ia merasa saat ini justru dimusuhi bangsa sendiri.
Melihat fenomena itu, Megawati pun teringat akan pesan yang disampaikan Bung Karno soal perlawan yakni akan lebih susah melawan bangsa sendiri. Apalagi, menghadapi keinginan penguasa yang memperpanjang kekuasaan.
“Beliau pernah loh ngomong, kalau saya lebih mudah karena mengusir penjajah, baca tuh bukunya Bung Karno, kalau kita nanti akan 'melawan bangsa sendiri' saya baru ngerti, oh gini ya, karena apa? Dengan dispuit yang seperti itu berkeinginan untuk melanggengkan kekuasaannya,” ucap Megawati.
Megawati juga bercerita soal dirinya bersama putranya yang juga Ketua DPP PDIP Prananda Prabowo dan Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto yang sibuk menandatangani surat keputusan untuk calon kepala daerah yang diusung.
Megawati juga mengungkapkan jika Hasto kerap menangis ketika bersama dirinya menandatangani SK kepala daerah.
Dia pun berpesan kepada Hasto untuk tidak perlu menangisi sesuatu. Sebab, saat ini PDIP sudah bisa mengusung sendiri calon kepala daerah.
“Ini (Hasto) sekarang cengeng, lebih cengeng Pak Hasto ketimbang ketumnya, betul. Kalau saya nanya gitu terus nangis, kan loh ngapain sih nangis, gak ada guna nangis, yang perlu kita apa? Begini,” ujar Megawati sambil mengepalkan tangannya.
“Lah iya toh, buktinya akhirnya juga iya (bisa mengusung),” pungkas Megawati.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
