Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Agustus 2024 | 22.49 WIB

Ungkap PDIP Ditinggal Banyak Partai di Pilkada, Megawati: Alhamdulillah MK, Hakim-hakimnya Ternyata Masih Punya Nurani dan Keberanian

Ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato politik di DPP PDIP, Senin (26/8). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com) - Image

Ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato politik di DPP PDIP, Senin (26/8). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengapresiasi Mahkamah Konstitusi (MK) yang mampu menghadirkan putusan yang sesuai hati nurani. Khususnya terkait syarat pencalonan kepala daerah pada Pilkada Serentak 2024.

Megawati tak memungkiri, PDIP sangat terkurung sebelum hadirnya putusan MK Nomor 60/PUU-XXII/2024 terkait ambang batas pencalonan kepala daerah, sehingga membuka peluang PDIP dapat mengusung secara pribadi.

"Jadi rakyat sekarang udah ngerti terutama alhamdulillah akhirnya MK, hakim-hakimnya ternyata masih punya nurani dan keberanian, saya nggak bisa bayangkan lho, kalau hukum di ini kan, dimainkan, padahal kan ada hierarkinya gitu. Harus mengurus apa boleh buat, ya begitu hukum di Indonesia ini," kata Megawati saat menyampaikan pidato politik dalam acara penyerahan rekomendasi calon kepala daerah di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (26/8).

“Saya sendiri juga kaget kok, yang tadinya saya pikir tinggal kita ini terkurung kan, dikurung gitu, aduh saya bilang, enak e dikurung-kurung gitu. Indonesia ini lucu,” sambung Megawati.

Megawati juga mengaku melakukan kontemplasi dengan sang ayah, mendiang Ir Soekarno atau Bung Karno terkait kondisi bangsa saat ini. Ia merasa saat ini justru dimusuhi bangsa sendiri.

Melihat fenomena itu, Megawati pun teringat akan pesan yang disampaikan Bung Karno soal perlawan yakni akan lebih susah melawan bangsa sendiri. Apalagi, menghadapi keinginan penguasa yang memperpanjang kekuasaan.

“Beliau pernah loh ngomong, kalau saya lebih mudah karena mengusir penjajah, baca tuh bukunya Bung Karno, kalau kita nanti akan 'melawan bangsa sendiri' saya baru ngerti, oh gini ya, karena apa? Dengan dispuit yang seperti itu berkeinginan untuk melanggengkan kekuasaannya,” ucap Megawati.

Megawati juga bercerita soal dirinya bersama putranya yang juga Ketua DPP PDIP Prananda Prabowo dan Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto yang sibuk menandatangani surat keputusan untuk calon kepala daerah yang diusung.

Megawati juga mengungkapkan jika Hasto kerap menangis ketika bersama dirinya menandatangani SK kepala daerah.
Dia pun berpesan kepada Hasto untuk tidak perlu menangisi sesuatu. Sebab, saat ini PDIP sudah bisa mengusung sendiri calon kepala daerah.

“Ini (Hasto) sekarang cengeng, lebih cengeng Pak Hasto ketimbang ketumnya, betul. Kalau saya nanya gitu terus nangis, kan loh ngapain sih nangis, gak ada guna nangis, yang perlu kita apa? Begini,” ujar Megawati sambil mengepalkan tangannya.

“Lah iya toh, buktinya akhirnya juga iya (bisa mengusung),” pungkas Megawati.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore