Bangunan RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung / sumber: Instagram @rshs_bandung
JawaPos.com - Di media sosial beredar dokumen terkait kasus bullying program pendidikan dokter spesialis (PPDS) di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Program tersebut di bawah kolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (FK Unpad). Dari dokumen yang beredar, sedikitnya ada sebelas bentuk perundungan atau bullying.
Dekan FK Unpad Prof Yudi Mulyana Hidayat akhirnya angkat suara saat dimintai komentar. Dia menjawab diplomatis. Intinya tidak menampik dokumen kasus bullying tersebut.
"Dokumen tidak seluruhnya benar, kalau sanksi (pelaku bullying) sedang diproses," katanya saat dikonfirmasi Senin (19/8).
Untuk pertanyaan berikutnya Yudi belum memberi balasan. Termasuk total oknum dosen atau pembimbing PPDS yang dijatuhi sanksi. Pasalnya di sejumlah pemberitaan, total ada sepuluh oknum dosen atau pembimbing PPDS yang dijatuhi sanksi oleh Unpad.
Diberitakan sebelumnya beredar dokumen klarifikasi kasus bullying di program PDDS Bedah Syaraf di RSHS yang melibatkan civitas Unpad. Dokumen itu mencantumkan nama civitas Unpad dengan inisial RHD. Klarifikasi kepada RHD dilakukan pada 19 Juli yang lalu.
Dalam dokumen itu disebutkan bahwa di dalam Departemen Bedah Saraf kerap terjadi perundungan. Setidaknya ada sebelas bentuk bullying.
Pertama adalah seluruh residen perempuan junior disapa lonte. Kemudian peminjaman mobil selama 30 hari oleh senior ke juniornya.
Bentuk lainnya adalah pengumpulan kas wajib dan dana solidaritas hingga Rp 50 juta. Kemudian ada kegiatan entertainment buka botol dengan biaya Rp 10 juta, yang dibayar oleh junior. Selanjutnya adalah junior yang telat dihukum pushup dan dipukul pakai cincin.
Ada juga berupa bagi-bagi pasien sebagai reward. Lalu ada mabuk buka botol di ruang operasi. Residen yang salah disekap selama 15 hari di lantai atas bedah saraf. Kemudian junior diminta antar cucian baju, menunggu anjing peliharaan, semir sepatu, mencari suku cadang mobil, dan pemalsuan dokumen laporan.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
