
Ilustrasi Kedua Pasangan Sedang melangsungkan Pernikahan (Freepik)
JawaPos.com - Pernikahan usia dini atau perkawinan yang masih di usia anak memiliki risiko tinggi. Kementerian Agama (Kemenag) berupaya menangkal perkawinan anak tersebut. Di antaranya dengan memberikan edukasi kepada remaja-remaja usia anak untuk tidak cepat-cepat menikah.
Menurut Kepala Subdirektorat Bina Keluarga Sakinah Kemenag Agus Suryo Suripto, salah satu pemicu tingginya angka perceraian dan stunting di negara ini karena perkawinan anak. Menyadari edukasi itu tidak dapat dilakukan Kemenag sendiri. Butuh dukungan dari banyak elemen masyarakat terdidik. Di antaranya dari kalangan mahasiswa.
Suryo menuturkan, mahasiswa memiliki peran strategis, meluas, dan optimal dibandingkan dengan segmen masyarakat lain. Sebagai akademisi, mahasiswa memiliki daya nalar yang kuat untuk mengkritisi kondisi sosial, termasuk masalah keluarga seperti tingginya kasus kawin anak, stunting, dan angka perceraian.
“Mereka ini (mahasiswa) punya peran sangat strategis sebagai agen perubahan di masyarakat yang kerap kita kenal dengan agent of change,” ujar Suryo dalam keterangannya yang disampaikan kepada JawaPos.com pada Kamis (1/8).
Pendapat itu juga disampaikannya di sela acara Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN). Kegiatan itu merupakan rangkaian dari perhelatan Indonesia Marketing Festival 2024 yang bekerja sama dengan Markplus di Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogja, Rabu (31/7).
Suryo menyebut bahwa Kemenag pihaknya telah menjalin kerja sama dengan sejumlah universitas dan akademisi di Indonesia, termasuk Universitas Islam Negeri Malang. Pelatihan untuk menjadi agen pencegah kawin anak itu telah digelar.
Tujuannya mengubah pandangan bahwa nikah muda itu menarik. Pandangan tersebut dinilai sebagai pola pikir yang salah. “Kita memberi asesmen dan pemahaman kepada mahasiswa bahwa ini adalah masalah yang akan dihadapi ketika mereka berkeluarga,” ungkap Suryo.
Menurut Suryo, setelah dibekali dengan pengetahuan dan kemampuan, mahasiswa yang terjun ke masyarakat dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dapat bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah desa. “Peran mahasiswa diharapkan mampu membawa perubahan terhadap masalah-masalah sosial dan budaya di masyarakat,” tambahnya.
Suryo berharap mahasiswa dapat mampu mengubah pandangan teman sebayanya terkait kasus kawin anak. Peran mahasiswa dapat mendukung transformasi dan kebijakan Kemenag.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
