Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Juli 2024 | 16.47 WIB

Ditetapkan Sebagai Daerah Rawan Pemilu ke-4, Bawaslu Jabar Diminta Pedomani Peta Kerawanan

Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty . (Dok. Humas Bawaslu). - Image

Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty . (Dok. Humas Bawaslu).

JawaPos.com - Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) meminta jajaranya di Provinsi Jawa Barat untuk mulai memetakan langkah mitigasi risiko terhadap wilayah tingkat kerawanan tinggi dalam pelaksanaan pemilihan serentak 2024.

Berdasarkan Indeks Kerawanan Pemilu, Provinsi Jawa Barat ditetapkan sebagai provinsi dengan Rawan Tinggi ke-4 dari seluruh provinsi se-Indonesia.

Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty menegaskan, langkah pemetaan itu dilakukan dalam rangka mencegah munculnya dugaan pelanggaran di pelaksanaan pemilihan serentak 2024.

Sosok yang akrab disapa Lolly itu berharap, pemetaan itu menjadi acuan yang dapat dipedomani seluruh stakeholder.

"Pemetaan kerawanan itu sangat penting untuk pegangan semua pihak. Seluruh stakeholder harus kerja sama agar semua berjalan lancar dan hal yang buruk tidak terjadi lagi," ungkap Lolly dikutip Kamis (25/7/2024).

Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat masa jabatan 2018-2022 ini menuturkan, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Provinsi Jawa Barat pada Pemilu 2019 lalu sebanyak 204 juta pemilih, atau mencapai 17,5 persen dari total keseluruhan.

Photo

Hal tersebut menjadi salah satu tolak ukur kesuksesan penyelenggaraan pemilihan 2024 mendatang.

"Pemetaan ini diluncurkan lebih dini bukan tanpa tujuan. Jika penyelenggara, pemilih, aparat melaksanakan tanggungjawabnya dengan baik, maka dipastikan pemilihan akan berjalan lancar," kata Lolly.

Koordinator divisi pencegahan, partisipasi dan hubungan masyarakat ini menambahkan, jika penyelenggara, pemilih, aparat serta para stakeholder tidak bekerja maksimal dikhawatirkan akan terjadi hal yang tidak diinginkan. Contohnya seperti masifnya hoaks di media sosial hingga terjadi gesekan antar masyarakat yang berbeda pilihan.

"Untuk itulah pemetaan kerawanan ini hadir. Fungsinya sebagai salah satu pendukung agar nantinya pesta demokrasi berjalan lancar," ujar Lolly.

"Data-data dalam pemetaan ini bisa digunakan oleh stakeholder untuk mencegah hal yang kurang baik," tandas Lolly.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore