Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 24 Juli 2024 | 16.40 WIB

Ujung Tombak Kebersihan Lingkungan, Pemulung Diikutkan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan

Ilustrasi pemulung. (Dery Ridwansah/JawaPos.com). - Image

Ilustrasi pemulung. (Dery Ridwansah/JawaPos.com).

JawaPos.com–Aktivitas sebagai pemulung tidak lagi bisa dipandang sebelah mata. Mereka menjadi ujung tombak kebersihan lingkungan, khususnya dari keberadaan sampah plastik. Saat ini para pemulung difasilitasi untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.

Fasilitasi layanan jaminan sosial untuk kelompok marjinal itu, dilakukan Plastic Bank. Country Manager Plastic Bank Indonesia Frederick Saman mengatakan, saat ini ada 3.000-an keluarga pemulung yang mereka ikutkan BPJS Kesehatan. Kemudian ada 3.000-an orang pemulung yang diikutkan BPJS Ketenagakerjaan.

”Untuk BPJS Kesehatan kan harus satu keluarga,” kata Frederick Saman di sela paparan program Impact Subscription Plastic Bank di Jakarta pada Selasa (23/7).

Dia mengatakan, para pemulung adalah ujung tombak mengatasi sampah plastik di Indonesia. Dia tidak bisa membayangkan jika pemulung cuti serentak dalam sehari, jalanan dan perkampungan bakal dipenuhi sampah plastik.

Menurut Frederick, saat ini mereka memiliki member pemulung sebanyak 22 ribuan orang. Dari jumlah tersebut, pemulung harus aktif menyetorkan sampah plastik atau botol plastik ke pengepul. Dengan kriteria keaktifan yang sudah ditentukan, para pemulung itu akan didaftarkan menjadi anggota BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Sejak beroperasi di Indonesia pada 2019, Plastic Bank Indonesia sudah bekerja sama dengan 220-an pengepul di sepuluh provinsi. Baik pemulung maupun pengepul, dilengkapi aplikasi khusus. Sehingga bisa dipantau seberapa banyak sampah plastik yang dikumpulkan kemudian disetor ke pengepul.

”Pemulung juga bisa mendapatkan token, sampai voucher sembako untuk berbelanja di minimarket,” terang Frederick Saman.

Dia menegaskan, untuk menghilangkan stigma negatif profesi pemulung. Kalau di pendidikan, guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, di dunia lingkungan hidup, pemulung adalah pahlawan tanpa tanda jasa.

Selain itu, Frederick juga menyampaikan pengembangan program mereka di Indonesia. Di antaranya adalah Impact Subscription Plastic Bank. Lewat program itu, pelaku usaha bisa terlibat dalam program mengatasi sampah plastik di Indonesia.

Secara berkala mereka melaporkan upaya bersih-bersih sampah atau botol plastik. Selain itu juga memberikan layanan pendamping usaha kepada mitranya.

Menurut Frederick, sampah plastik di Indonesia masih menjadi tantangan tersendiri. Jadi para pemulung atau mitra mereka tidak ada yang kesulitan mencari sampah plastik, termasuk botol plastik. Indonesia adalah negara terbesar kelima di dunia untuk urusan penghasil sampah plastik. Untuk tingkat ASEAN, Indonesia menduduki urutan ketiga sebagai negara penghasil sampah plastik terbesar.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore