
Ilustrasi pemulung. (Dery Ridwansah/JawaPos.com).
JawaPos.com–Aktivitas sebagai pemulung tidak lagi bisa dipandang sebelah mata. Mereka menjadi ujung tombak kebersihan lingkungan, khususnya dari keberadaan sampah plastik. Saat ini para pemulung difasilitasi untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.
Fasilitasi layanan jaminan sosial untuk kelompok marjinal itu, dilakukan Plastic Bank. Country Manager Plastic Bank Indonesia Frederick Saman mengatakan, saat ini ada 3.000-an keluarga pemulung yang mereka ikutkan BPJS Kesehatan. Kemudian ada 3.000-an orang pemulung yang diikutkan BPJS Ketenagakerjaan.
”Untuk BPJS Kesehatan kan harus satu keluarga,” kata Frederick Saman di sela paparan program Impact Subscription Plastic Bank di Jakarta pada Selasa (23/7).
Dia mengatakan, para pemulung adalah ujung tombak mengatasi sampah plastik di Indonesia. Dia tidak bisa membayangkan jika pemulung cuti serentak dalam sehari, jalanan dan perkampungan bakal dipenuhi sampah plastik.
Menurut Frederick, saat ini mereka memiliki member pemulung sebanyak 22 ribuan orang. Dari jumlah tersebut, pemulung harus aktif menyetorkan sampah plastik atau botol plastik ke pengepul. Dengan kriteria keaktifan yang sudah ditentukan, para pemulung itu akan didaftarkan menjadi anggota BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
Sejak beroperasi di Indonesia pada 2019, Plastic Bank Indonesia sudah bekerja sama dengan 220-an pengepul di sepuluh provinsi. Baik pemulung maupun pengepul, dilengkapi aplikasi khusus. Sehingga bisa dipantau seberapa banyak sampah plastik yang dikumpulkan kemudian disetor ke pengepul.
”Pemulung juga bisa mendapatkan token, sampai voucher sembako untuk berbelanja di minimarket,” terang Frederick Saman.
Dia menegaskan, untuk menghilangkan stigma negatif profesi pemulung. Kalau di pendidikan, guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, di dunia lingkungan hidup, pemulung adalah pahlawan tanpa tanda jasa.
Selain itu, Frederick juga menyampaikan pengembangan program mereka di Indonesia. Di antaranya adalah Impact Subscription Plastic Bank. Lewat program itu, pelaku usaha bisa terlibat dalam program mengatasi sampah plastik di Indonesia.
Secara berkala mereka melaporkan upaya bersih-bersih sampah atau botol plastik. Selain itu juga memberikan layanan pendamping usaha kepada mitranya.
Menurut Frederick, sampah plastik di Indonesia masih menjadi tantangan tersendiri. Jadi para pemulung atau mitra mereka tidak ada yang kesulitan mencari sampah plastik, termasuk botol plastik. Indonesia adalah negara terbesar kelima di dunia untuk urusan penghasil sampah plastik. Untuk tingkat ASEAN, Indonesia menduduki urutan ketiga sebagai negara penghasil sampah plastik terbesar.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
