JawaPos.com - Direktur Jenderal (Dirjen) Aplikasi dan Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Semuel Abrijani Pangerapan mengumumkan mundur dari jabatannya. Pengumuman mundur tersebut datang setelah beberapa pelan gaduh masalah serangan ransomware ke Pusat Data Nasional Sementara atau PDNS yang dikelola oleh Kominfo.
Semmy, demikian sapaan karibnya, merasa bahwa Direktorat yang diampunya merasa perlu untuk bertanggung jawab atas geger serangan ransomware ke PDNS. Ditjen Aptika Kominfo sendiri menurut Semmy berperan sebagai pengampu teknis Pusat Data Nasional.
"Untuk segala sesuatu, ada waktunya. Ada masanya untuk apapun dibawah langit. Tidak terasa hampir delapan tahun yang lalu saya bertemu dengan teman-teman pada saat dilantik, kali ini saya menyatakan bahwa per tanggal 1 Juli kemarin saya sudah mengajukan pengunduran diri saya secara lisan dan saya suratnya sudah saya serahkan kemarin kepada menteri Kominfo," jelas Semmy dalam pengumuman resminya di Jakarta, Kamis (4/7).
Alasan mundurnya Semmy dari Dirjen Aplikasi dan Informatika Kominfo sendiri seperti sudah disinggung di atas lantaran dia merasa bertanggung jawab atas insiden ransomware terhadap PDNS. Padahal sebelumnya, yang diminta mundur adalah Menkominfo Budi Arie Setiadi melalui petisi di
change.org.
"Alasannya kejadian ini, bagaimanapun, juga secara teknis adalah tanggung jawab saya sebagai pengampu dalam proses transformasi digital pemerintahan secara teknis. Jadi, saya mngambil tanggung jawab ini secara moral dan saya nyatakan harusnya selesai di saya," tegas Semmy.
Menurut Semmy, harusnya masalah ini bisa ditangani dengan lebih baik. Proses pemulihan PDN juga dikatakan masih terus berjalan seiring hacker ransomware Brain Cipher yang memberikan kunci enkripsi pada Rabu (3/7) malam kemarin.
"Karena ini adalah masalah yang harusnya saya tangani dengan baik. Itu alasan utamanya," tandas Semmy.
Keputusan untuk melangkah mundur sebagai Dirjen Aptika diambil Semmy salah satunya dipengaruhi oleh insiden serangan siber ransomware Brain Cipher pada Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 di Surabaya, Jawa Timur.
Serangan siber itu melumpuhkan banyak layanan publik dan yang paling terdampak ialah layanan keimigrasian pada Kamis (20/6). Secara berangsur layanan publik mulai pulih setelah serangan siber itu ditemukenali oleh pemerintah lewat berbagai kolaborasi antar lembaga terkait.