Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Juni 2024 | 21.24 WIB

Sejumlah Peristiwa Penting yang Dialami Para Nabi Pada Tanggal 1-9 Dzulhijjah

 

Ilustrasi Alquran.

 
JawaPos.com -  Melaksanakan puasa pada 9 hari di bulan Dzulhijjah dianjurkan atau sunnah dalam agama Islam. Itu berarti, apabila melaksanakannya akan mendapatkan pahala dan akan mendapatkan keutamaan. Akan tetapi jika tidak melaksanakannya, tidak akan mendapatkan dosa.
 
Terdapat sejumlah keutamaan apabila melaksanakan puasa sunnah pada 9 hari bulan Dzulhijjah. Beberapa diantaranya pahalanya akan dilipatgandakan, menghapus dosa, hingga pembebasan dari siksa neraka.
 
Bulan Dzulhijjah termasuk bulan yang istimewa menurut agama Islam. Bulan ini termasuk 4 bulan yang dimuliakan Allah bersama bulan Dzulqa'dah, Muharram, dan bulan Rajab. Pada 4 bulan tersebut, diharamkan berperang.
 
 
Sebaliknya pada 4 bulan tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan kebaikan seperti bersedekah, membaca Alquran, memperbanyak sholawat, berdzikir, tobat, memperbanyak sholat sunah, dan lain-lain.
 
Menariknya, terdapat sejumlah peristiwa penting di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah yang perlu diketahui oleh umat Islam. Peristiwa penting tersebut terjadi dan dialami para nabi. Berikut sejumlah peristiwa penting pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.
 
1. Hari Pertama Bulan Dzulhijjah
 
Di hari pertama bulan terakhir bulan Qomariyah ini, terdapat peristiwa penting dimana Allah SWT memaafkan Nabi Adam atas kesalahan dan dosa fatal yang telah dilakukannya bersama Siti Hawa. Nabi Adam melakukan dosa dengan mengonsumsi buah larangan yaitu buah khuldi. Kesalahan ini membuat Nabi Adam dan Siti Hawa sampai dikeluarkan dari surga.
 
Dengan melaksanakan puasa di hari pertama bulan Dzulhijjah, diharapkan dosa-dosa kita diampuni sebagaimana Allah memaafkan dosa Nabi Adam.
 
2. Hari Kedua Bulan Dzulhijjah
 
Nabi Yunus diselamatkan Allah dari dalam perut ikan bertepatan dengan hari kedua bulan Dzulhijjah. Nabi Yunus diketahui sempat terombang ambil di laut lepas dan kemudian ada ikan raksasa menyelamatkannya dengan menelannya. Selama berada di dalam perut ikan, Nabi Yunus banyak meminta ampun kepada Allah. Tobatnya pun diterima dan diselamatkan oleh Allah setelah 40 hari berada di dalam perut ikan.
 
3. Hari Ketiga Bulan Dzulhijjah
 
Pada hari ketiga bulan Dzulhijjah, Nabi Zakaria berdoa kepada Allah SWT supaya memiliki keturunan. Usia Nabi Zakaria pada waktu sudah memasuki 120 tahun. Dengan berpuasa di hari ketiga bulan Dzulhijjah, diharapkan doa-doa dan keinginan kita dikabulkan Tuhan sebagaimana Allah mengabulkan doa Nabi Zakaria.
 
4. Hari Keempat Bulan Dzulhijjah
 
Hari keempat bulan Dzulhijjah, lahirlah seorang bayi yang kemudian diberi nama Nabi Isa di sudut kota Batlehem atau Baitullahm. Meski bayinya dalam keadaan sehat, kelahiran Nabi Isa diwarnai kontroversi oleh masyarakat mengingat dia lahir dari rahim ibunya, Maryam, tanpa pernah dijamah oleh laki-laki mana pun.
 
Dengan melaksanakan ibadah puasa di hari keempat bulan Dzulhijjah, diharapkan Allah dapat menghilangkan kesedihan dan kesusahan hidup kita. Dan kita dapat dikumpulkan bersama orang-orang milia di akhirat nanti.
 
5. Hari Kelima Bulan Dzulhijjah
 
Nabi Musa lahir ke dunia pada tanggal 5 bulan Dzulhijjah. Dia lahir disaat Fir'aun getol membunuh anak laki-laki karena diperkirakan akan menghancurkan kekuasaannya. Namun uniknya, Nabi Musa justru diasuh dan dibesarkan oleh istri Fir'aun dan justru menghancurkan Fir'aun yang dzalim, kejam, dan sombong.
 
6. Hari Keenam Bulan Dzulhijjah
 
Pada tanggal 6 bulan Dzulhijjah, Allah membuka pintu kebaikan kepada Nabi Muhammad SAW.  Orang yang berpuasa di hari tersebut, dengan harapan Allah berikan Rahmat dan terhindar dari siksa neraka.
 
7. Hari Ketujuh Bulan Dzulhijjah
 
Allah menutup pintu-pintu neraka. Orang yang melaksanakan puasa pada tanggal tersebut, diharapkan terhindar dari segala hal yang bikin susah, bikin ruwet, dan sengsara. Sebaliknya, dibukakan pintu-pintu yang memudahkan dan menyenangkan.
 
8. Hari Kedelapan dan Kesembilan Bulan Dzulhijjah
 
Nabi Ibrahim selama 3 hari berturut-turut bermimpi untuk menyembelih putranya, Ismail. Awalnya di hari pertama dia ragu apakah perintah itu datangnya dari Allah atau dari setan.
 
Pada hari kedua atau tanggal 9 Dzulhijjah, Nabi Ibrahim kembali didatangi perintah untuk menyembelih Ismail dalam mimpimya. Karena mimpi itu datang lagi, pada hari tersebut dia mulai mengetahui bahwa perintah ini memang datangnya dari Allah. Meski hal ini sangat berat, dia pun memantapkan hati dan memberi tahu Ismail perihal perintah tersebut. Dan di luar dugaan, Nabi Ismail yang baru memasuki usia Akil baligh menyatakan rela dan ikhlas disembelih karena itu merupakan perintah Allah SWT.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore