Pengacara Hotman Paris (tengah) bersama kaka Vina, Marlina (kedua kanan) saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Rabu (29/5/2024).
JawaPos.com - Hotman Paris Hutapea selaku kuasa hukum keluarga mendiang Vina Cirebon mengatakan bahwa kasus kematian Vina dan Eky secara tragis pada 27 Agustus 2016 silam harus ditangani ulang dari awal lagi. Ini dilakukan supaya semuanya bisa menjadi jelas dan terang.
Tidak hanya itu, Hotman Paris juga meminta untuk dilakukan pengujian dengan menggunakan alat tes kebohongan guna memastikan kasus ini lebih mendekati fakta yang sesungguhnya.
"Justru itu harus dilakukan secara maksimum seperti kasus Sambo. Juga dilakukan tes kebohongan," kata Hotman Paris di bilangan Kelapa Gading Jakarta Utara, Rabu (29/5).
Hotman mencium aroma kurang sedap dalam pengusutan kasus pembunuhan Vina Cirebon. Apalagi dua orang DPO dinyatakan fiktif padahal kedua DPO diurai dengan sangat jelas dalam BAP dan juga muncul dalam dakwaan, penuntutan hingga putusan pengadilan.
Oleh sebab itu, Hotman Paris pun meminta Presiden Jokowi dan Menkopolhukam Marsekal TNI (Purn) Hadi Thajanto untuk memberikan perhatian pada kasus Vina.
"Yang bisa melakukan ini adanya political Will dari penguasa negeri ini. Karena kami tidak bisa apa-apa," kata Hotman Paris.
Dia pun meminta dilakukan tes kebohongan pada 8 orang terpidana supaya keterangan mereka dengan sebenar-benarnya dan tidak ada kebohongan. Selain itu, saksi-saksi yang dimintai keterangan, lanjut Hotman Paris, juga harus dilakukan tes kebohongan.
Hotman Paris juga meminta penyidik untuk memeriksa kuasa hukum Saka Tatal yang sempat menyebut kasus kematian Vina Cirebon sebagai kecelakaan murni. Karena menurutnya, hal ini bisa masuk dalam ranah obstruction of justice.
"Saya ada hasil autopsi mengatakan di bagian intim dari si korban ada air mani, air sperma yang sangat banyak. Bagaimana bisa dibilang kecelakaan," keluh Hotman Paris.
Kasus meninggalnya Vina Cirebon dan Eky di tangan geng motor pada 27 Agustus 2016 silam sudah sempat terlupakan oleh publik karena peristiwanya sudah lama berlalu.
Publik mulai memberikan atensi serius pada kasus ini setelah munculnya film Vina: Sebelum 7 Hari yang ditayangkan di bioskop. Netizen pun ikut memburu DPO lain di luar 8 orang yang telah dijatuhi hukuman, yang diduga ikut melenyapkan nyawa Vina dan Eky.
Setelah film Vina: Sebelum 7 Hari mendapat perhatian publik dan kasus kematian mendiang Vina Cirebon kembali viral di media sosial di tahun 2024, pihak kepolisian kembali melakukan pendalaman atas kasus ini. Setelah diburu, Pegi Setiawan selaku salah satu DPO, berhasil diamankan. Sedangkan 2 DPO lainnya dihilangkan karena dianggap fiktif.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022