Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 Mei 2024 | 01.17 WIB

Pendamping PKH di Belitung Puji Kelancaran Penyaluran Bansos oleh Pos Indonesia

Salah seorang penerima bansos sembako dan PKH yang disalurkan PT Pos Indonesia. - Image

Salah seorang penerima bansos sembako dan PKH yang disalurkan PT Pos Indonesia.

JawaPos.com–Penyaluran bantuan sosial (bansos) sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) oleh PT Pos Indonesia (Persero) mencakup daerah 3T (terluar, terdepan, tertinggal). Salah satunya di Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Alokasi bantuan di Kecamatan Tanjungpandan, Belitung, untuk bansos sembako dan PKH triwulan II 2024 sebanyak 5.724 KPM (Keluarga Penerima Manfaat).

”Kami mendapat alokasi 5.724 KPM. Persentase penyaluran sudah mencapai 95,28 persen,” kata Executive General Manager Kantor Pos KCU Tanjungpandan Rega Muhammad Muslim.

Dijelaskan Rega, pada penyaluran bansos Pos Indonesia melakukan tiga metode. Yakni dibagikan di Kantor Pos, di komunitas supaya lebih mendekatkan kepada KPM, dan diantarkan langsung ke rumah KPM (door to door) apabila KPM berhalangan hadir (sakit, disabilitas, lansia).

Mengingat Tanjungpandan merupakan wilayah kepulauan, petugas juru bayar terutama yang mengantarkan bantuan langsung ke rumah KPM kerap menghadapi tantangan geografis dan cuaca.

”Tantangan yang dihadapi berupa kondisi geografis karena Tanjungpandan ini wilayah kepulauan, dan cuaca yang kurang bersahabat. Kendala geografis karena penduduk di sini banyak yang tinggal di pulau terluar,” ujar Rega.

Petugas PT Pos Indonesia (Persero) salurkan bansos sembako dan PKH.

Guna memperlancar penyaluran bansos, petugas pos berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Yakni pemerintah daerah, dinas sosial, dan para pendamping sosial masyarakat maupun pendamping PKH.

”Koordinasi yang kami lakukan biasanya mengevaluasi secara berkala baik sebelum maupun sesudah penyaluran, sehingga kami bisa melakukan evaluasi untuk menentukan langkah terbaik ke depan guna memaksimalkan pembayaran,” ucap Rega Muhammad Muslim.

Selain itu petugas juga dibekali aplikasi Pos Giro Cash (PGC) untuk memudahkan pelaporan penyaluran. Melalui aplikasi tersebut capaian penyaluran dapat dipantau setiap waktu. Termasuk bukti penyaluran berupa foto KPM dan geo tagging lokasi penyaluran bantuan.

”Aplikasi PGC lumayan memudahkan untuk pembayaran karena secara real time bisa diakses berbagai pihak, sehingga realisasi pembayaran bisa terpantau. Kemudian sebagai evidence (bukti) juga dilampirkan foto KPM dan geo tagging yang bisa langsung diakses secara real time,” kata Rega.

Dengan segala sumber daya dan komitmen penuh dari Pos Indonesia pada setiap tugas penyaluran bantuan tersebut, Rega berharap Pos Indonesia akan selalu dipercaya kementerian/lembaga untuk menyalurkan bantuan.

”Kami berharap bantuan yang disalurkan Pos Indonesia khususnya di KCU Tanjungpandan bisa lebih banyak karena sesuai informasi yang kami terima sampai saat ini belum semua. Semoga semua bantuan bisa disalurkan melalui Pos Indonesia,” tutur Rega Muhammad Muslim.

Sementara itu, petugas juru bayar Pos Indonesia Sudarsono menjelaskan, mekanisme yang ditempuh saat penyaluran bantuan secara door to door.

”Kami yang ditugaskan dari satgas pembagian bantuan sembako dan PKH triwulan II ini kami membayarkan door to door kepada KPM yang berhalangan mengambil sendiri ke kantor pos. KPM tersebut sebelumnya sudah didata melalui PSM desa yang memberikan list untuk antaran kepada kami. Setelah itu petugas juru bayar door to door langsung menuju ke rumah para KPM,” ujar Sudarsono.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore