JawaPos.com - Casis Bintara Polri yang menjadi korban begal, Satrio Mukti Raharjo menyampaikan terima kasih kepada Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo atas keputusannya menerima dirinya menjadi Bintara Polri melalui kuota disabilitas. Hadiah itu diberikan usai dia menjadi korban begal hingga dua jarinya putus.
“Alhamdulillah ya Allah, Alhamdulillah, tidak ada kata yang bisa saya sampaikan kepada Bapak Kapolri selain rasa syukur dan rasa sangat banyak-banyak terima kasih kepada Bapak yang telah mewujudkan mimpi saya, cita-cita saya yang akan menjadi bagian anggora Polri,” ujar Satrio sambil menangis, Sabtu (18/5).
Satrio mengaku, menjadi anggota Polri melalui kuota khusus disabilitas ini adalah hadiah terbaik di tengah dirinya yang sedang berupaya menguatkan diri. Tak dipungkiri, peristiwa pembegalan itu menjadikannya sangat terpukul.
Dia menyatakan tak pernah mengira akan mendapatkan hadiah ini dari Kapolri. Oleh karenanya, Satrio berharap agar balasan setimpal diberikan Allah SWT kepada Jenderal Sigit.
“Semoga Bapak Kapolri mendapat balasan dari Allah SWT pada semua kebaikan-kebaikan Bapak. Dan semoga Bapak dilindungi oleh Allah SWT di mana pun Bapak berada dan bertugas,” ungkap Satrio.
Rasa haru juga diakuinya atas atensi Kapolri yang membuat kasusnya bisa dengan sigap ditangani Polres Jakarta Barat dan Polsek Kebon Jeruk. Tidak hanya itu, dia juga merasa sangat berterima kasih atas izin Kapolri mendatangkan Ambarita yang menjadi polisi idolanya.
Menurut Satrio, dia memiliki keteguhan akan selalu menjadi anggota Polri yang menegakkan keadilan dan memberantas semua kejagatan, tidak terkecuali pelaku begal. Dia berharap, tidak ada korban lain seperti dirinya.
“Saya ingin tetap merakyat seperti masyarakat, seperti ilmu padi tetap merendah, memberantas semua kejahatan, seperti begal-begal dan sebagainya karena saya tidak mau ada masyarakat yang terkena seperti saya apalagi ada salah satu Casis juga yang terhalang mimpinya karena tidak semua orang bisa sekuat saya makanya saya harus bisa melindungi orang-orang seperti saya nanti,” pungkas Satrio.
Sebelumnya, calon siswa (casis) Bintara Polri, Satrio Mukti Raharjo, 19, dibegal tiga orang tak dikenal saat melintas di Jalan Arjuna, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Sabtu, (11/5) dini hari lalu. Akibatnya, jari korban putus disabet senjata tajam jenis golok.
Selain itu, motor dan handphone korban juga raib dibawa kabur. Orang tua korban, Septi Nurlela mengatakan bahwa saat itu Satrio memang sudah merasa diikuti sepeda motor para pelaku di kawasan Kebon Jeruk.
"Pas di kolong pinggir tol itu dia dipepet dari depan, dipalang. Sama anak saya motornya ditendang, jatuh lah tuh dia, motornya ditendang tapi dia (pelaku) nggak tahu jatuh apa enggak," katanya saat dihubungi wartawan, Rabu (15/5).
Kemudian, korban sempat membela diri dengan memukul salah satu pelaku begal. Namun, pelaku lain dengan sigap langsung mengeluarkan sajam berjenis golok dan menebas korban hingga dua jarinya putus.