
Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan
JawaPos.com – Kecelakaan maut bus Putera Fajar yang menewaskan sebelas orang menjadi momentum untuk membenahi sektor transportasi. Korlantas Polri berencana membangun sistem pengawasan pengemudi bus. Dengan sistem tersebut, petugas dapat mengawasi kecepatan kendaraan hingga jam berkendara.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan mengatakan, setelah digelar rapat bersama para ahli, terdapat masukan untuk membangun sistem pengawasan pengemudi bus dengan memanfaatkan teknologi. Sistem itu akan dirancang mampu mengawasi pengemudi secara detail. Misalnya aktivitas saat berkendara, berapa jam berkendara, bahkan kecepatan kendaraan. ”Teknologi itu yang disampaikan para ahli,” ujarnya. Pengawasan akan diberlakukan pada pengemudi semua jenis bus. Mulai bus pariwisata hingga bus umum.
Aan menjelaskan, sebelum menerapkan sistem tersebut, perlu ada koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder. Terutama yang terkait dengan penataan ulang transportasi, khususnya angkutan wisata.
Seiring dengan itu, Korlantas Polri juga mendorong pengelolaan 700 titik rawan kecelakaan atau black spot di Indonesia. Pengelolaan tersebut bisa berupa penambahan rambu-rambu lalu lintas dan lampu penerangan oleh Kemenhub. Sedangkan Korlantas Polri akan meningkatkan patroli di titik rawan itu. ”Semua diarahkan ke titik rawan untuk dibenahi bersama,” ucapnya.
Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menuturkan, penataan ulang terhadap bus pariwisata dan umum diperlukan untuk mengatasi sejumlah masalah. Antara lain bus di kota dan kabupaten yang tidak terdata. Lalu bus pariwisata yang tidak diketahui pemiliknya. ”Bisa jadi bus itu sudah berpindah kepemilikan, tapi tidak balik nama,” ungkap dia.
Masalah selanjutnya, bus-bus yang tidak terdata dan tidak diketahui pemiliknya tersebut tidak melakukan ramp check. Sesuai data Direktorat Lalu Lintas Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, sejak November 2023 terdapat 16.297 bus pariwisata. Namun, hanya 10.147 unit yang terdaftar di Kemenhub atau registrasi perusahaan. Sisanya, yakni 6.150 unit, tidak terdaftar alias angkutan liar. ”Masyarakat kan tidak mengetahui itu, yang penting murah,” terangnya.
Sekjen Organda Ateng Aryono menjelaskan, sebenarnya monitoring, manajemen, dan pengaturan pengemudi diserahkan ke pengelola bus atau operator. Semakin rapi manajemen PO bus, semakin baik pula dalam mengatur pengemudi. ”Tingkat keamanan juga terjamin, mau perjalanan jauh atau pendek,” terangnya.
Untuk sistem pengawasan yang rencananya dilakukan Korlantas dan Kemenhub, Organda menilainya sebagai kebijakan yang bagus. ”Operator tidak akan keberatan asalkan sesuai dengan aturan,” tuturnya kemarin.
Meski begitu, lanjut Ateng, pengawasan sebaiknya didasarkan pada sistem. Bukan atas dasar penilaian petugas semata. ”Sistem dibuat agar semua bisa memonitor dan dilakukan bersama,” katanya.
Ateng menambahkan, kecelakaan bus rata-rata menimpa operator ilegal atau tidak berizin. Pengawas tentunya harus mampu menangani kondisi tersebut. ”Untuk operator ilegalnya juga jangan hanya mau untung saja. Tapi tidak mematuhi aturan,” tegasnya. (idr/c9/oni)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
