
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya.
JawaPos.com–Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya membuka Festival Pengendalian Lingkungan 2024 di Auditorium Dr. Soedjarwo Manggala Wanabakti Jakarta. Acara akan berlangsung selama dua hari 23 – 24 April.
Salah satu agenda penting acara itu adalah rapat kerja teknis penyelarasan kebijakan pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan serta pembinaan pemerintah daerah. Selain itu juga terdapat pameran yang menampilkan beragam upaya perusahaan dalam menjaga lingkungan.
Siti Nurbaya mengatakan, tingkat kepatuhan dunia usaha dalam pengelolaan lingkungan hidup mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu jauh lebih baik jika dibandingkan pada 2015.
”Kalau sekarang sih harus kita katakan bahwa tingkat comply-nya dunia usaha semakin baik, jauh lebih baik. Karena pada 2017, kita sama dunia usaha masih berantem di pengadilan. Jadi setelah peristiwa-peristiwa berat 2015, 2016, 2017, kita jauh lebih baik,” ujar Siti Nurbaya.
Dia menjelaskan, titik belok pengelolaan lingkungan dimulai sejak 2014 yang ditandai bergabungnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan. Titik belok yang dilakukan terkait pengelolaan gambut, pemulihan kerusakan lahan, hingga pengembangan sistem informasi pemantauan kualitas lingkungan.
”Strategi pemulihan kerusakan lahan tambang diubah dari formalisasi tambang tambang rakyat menjadi fasilitasi pemulihan lahan bekas tambang pada objek yang tidak memiliki konflik kepemilikan lahan,” papar Siti Nurbaya.
Konsep itu lanjut dia, kemudian direplikasi hingga pada 2023, dengan melakukan pemulihan lahan bekas tambang di 25 lokasi dengan total luas 235 hektare. Replikasi program pemulihan lingkungan juga dilakukan melalui kemitraan dengan perusahaan melalui Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper).
Pada 2023, menurut Siti Nurbaya, tercatat 233 perusahaan dengan kontribusi pemulihan lahan seluas 265.792 hektare. Serta 6 perusahaan melakukan pemulihan bekas tambang telantar seluas 76,8 hektare.
”Banyak titik belok (turnarounds) yang telah kita lakukan bersama untuk melakukan perbaikan (corrective action), menemukan cara baru untuk penyelesaian masalah (innovation), dan peningkatan kinerja yang semakin akuntabel dan terukur,” jelas Siti.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
