JawaPos.com - Ahli ekonomi Faisal Basri menyatakan bahwa bantuan langsung tunai (BLT) el nino yang digelontorkan pemerintah kepada masyarakat, untuk menciptakan efektivitas penyaluran bantuan sosial (bansos). Bahkan, BLT el nino itu dinilai diberikan untuk meningkatkan suara elektoral pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
"Saya ingin menunjukkan lagi, el nino-nya sudah mereda, minta perpanjang el nino, kenapa sih minta diperpanjang, karena ingin diciptakan panggung-panggung baru, nggak cukup digelontorkan lewat mekanisme yang ada, tapi harus ditunjukkan nih yang ngasih nih pakai seragam tertentu, pesan tertentu, dan sebagainya, jadi panggung-panggung yang diciptakan itu untuk memastikan fektivitas bansos ini semaksimal mungkin," kata Faisal Basri saat menjadi saksi ahli dari kubu paslon 01 Anies-Muhaimin dalam sidang sengketa hasil Pilpres 2024 di Gedung MK, Jakarta, Senin (1/4).
Faisal menyatakan, el nino pada 2021 lebih parah dari 2023 kemarin. Namun, pada 2021 masyarakat tidak mendapatkan BLT el nino. Ia menyebut, BLT el nino dipergunakan untuk meningkatkan suara elektoral paslon 02 Prabowo-Gibran.
"Jadi nyata bahwa el nino ini kebutuhan untuk meningkatkan suara, only that. Dari segi data itu, ini yang sangat memilukan dan seolah-olah kita semua bodoh. Ramalan cuaca sudah di-support oleh BMKG, BPS sudah disupprt oleb BRIN. Jadi tidak dipercaya lembaga yang pemrintah sendiri," ungkap Faisal.
Sebagaimana diketahui, kubu pasangan capres-cawapres nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar menghadirkan 18 ahli dan saksi dalam sidang lanjutan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) atau sengketa hasil Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK), pada hari ini, Senin (1/4).
Selain Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, hadir juga ahli lain, yakni ekonom senior Faisal Basri; Pakar otonomi daerah Djohermansyah Djohan; Ahli Ilmu Pemerintahan, Bambang Eka Cahya; Ahli Hukum Administrasi Ridwan; Ekonom UI, Vid Adrison; dan Kepala Pusat Studi Forensika Digital (PUSFID) UII Jogjakarta Yudi Prayudi.
Sementara saksi fakta yang dihadirkan kubu pasangan capres-cawapres Anies-Muhaimin yakni, Mirza Zulkarnain, Muhammad Fauzi, Anies Priyoasyari, Andi Hermawan, Surya Dharma, Achmad Husairi, Mislani Suci Rahayu Sartono Arif Patra Wijaya, Amrin Harun dan Atmin Arman.